KLIKJATIM.Com | Sampang – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, para tokoh agama di Kabupaten Sampang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kerukunan di tengah potensi perbedaan penentuan awal puasa tahun 2026.
Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah terus diperkuat guna memastikan suasana tetap kondusif.
Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona
Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Sampang, Kiai Haji Moh. Huzaini, menyampaikan bahwa perbedaan awal Ramadan merupakan hal yang sudah diprediksi melalui metode hisab.
Sebagai langkah antisipasi, berbagai elemen mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, organisasi kepemudaan, hingga TNI dan Polri telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.
“Pada 15 Februari kami BHR bersama Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ormas kepemudaan, TNI dan Polri mengikuti rapat di Pemda Sampang, membahas persoalan awal Ramadan, rapat yang dipimpin oleh Sekda menyarankan semua pihak menjaga kondusifitas masyarakat karena semua sama beribadah, hanya beda metode," jelas Kiai Haji Moh. Huzaini, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Dukung Pemberdayaan Inklusi, BTPN Syariah Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Profesional
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Kiai Haji Itqon Buziri, meminta masyarakat untuk tidak merasa gelisah. Ia menekankan bahwa esensi ibadah puasa harus tetap dilaksanakan dengan semangat persaudaraan meski terdapat perbedaan waktu memulai.
“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak gelisah adanya perbedaan awal puasa Ramadan," ucap Kiai Haji Itqon Buziri.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah mahdhah yang memiliki dimensi sosial karena dapat terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, sikap saling menghargai menjadi kunci utama dalam menjaga kesucian bulan Ramadan di tengah kemajemukan cara beribadah.
Baca juga: Ratusan Santri Gelar Aksi di Kantor Pengadilan Negeri Sampang
“Yang terpenting, seluruh masyarakat menghargai dan menghormati bulan Ramadan, bagi masyarakat yang tidak berpuasa, diharapkan untuk sangat menghormati kesucian bulan ini dan menghargai warga yang sedang menjalankan ibadah," pungkasnya.
Melalui imbauan kolektif dari para tokoh agama dan Forkopimda ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sampang dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh rasa hormat, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat tali silaturahmi.
Editor : Fatih