KLIKJATIM.Com | Gresik – Anggota DPRD Gresik Fraksi PKB, Mochammad, menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang II 2026 dengan suasana santai dan dialogis, Minggu (15/2/2026). Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik itu menyerap aspirasi ratusan warga dari Kecamatan Cerme dan Duduksampeyan.
Kegiatan reses juga dihadiri para tokoh masyarakat dari sejumlah desa, khususnya wilayah Kecamatan Benjeng. Turut hadir perwakilan MWC NU, MUI, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), kader posyandu, perangkat desa, BPD, FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), FKPQ (Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an), kepala desa wilayah Cerme Selatan, ranting PKB se-Kecamatan Cerme, pengurus Fatayat Kecamatan Cerme, serta PKK dari delapan desa.
Baca juga: Razia Penegakan Perda di Gresik Kerap Bocor, DPRD Minta Operasi Gabungan Digelar Serentak
Dalam forum tersebut, berbagai keluhan warga mengemuka. Isu banjir menjadi persoalan paling dominan yang disampaikan masyarakat.
Warga menyoroti perlunya penanganan serius terhadap luapan Kali Lamong yang kerap menggenangi permukiman saat curah hujan tinggi. Selain itu, Kali Medangan di Desa Morowudi juga dinilai membutuhkan solusi konkret. Pasalnya, ketika Kali Lamong meluap dan aliran air tidak dapat mengalir lancar, Desa Morowudi terdampak genangan cukup parah.
Tak hanya itu, kondisi jalan poros desa (JPD) yang rusak juga menjadi perhatian warga. Infrastruktur jalan yang berlubang dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Ketua DPRD Gresik Dukung Pengembangan Mina Padi di Manyar, Fokus Benahi Infrastruktur Pertanian
Aspirasi lainnya terkait sungai anak Kali Lamong di Desa Dadapkuning yang membutuhkan pembangunan tanggul parapet untuk mencegah luapan air. Warga juga meminta peninggian Jembatan Ngembung karena saat banjir terjadi sering muncul penumpukan sampah yang memperparah aliran air.
Selain itu, anak sungai Kali Lamong di wilayah Ngembung dan Guranganyar diusulkan untuk dilakukan pengerukan serta pelebaran jembatan guna memperlancar arus air dan meminimalkan risiko banjir.
Mochammad menyatakan seluruh aspirasi warga akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Gresik, khususnya bersama komisi terkait dan mitra organisasi perangkat daerah.
“Persoalan banjir dan infrastruktur ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Kami akan kawal agar ada langkah konkret dan terintegrasi, terutama dalam penanganan Kali Lamong dan normalisasi sungai,” ujarnya.
Ia menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum menyerap langsung suara masyarakat untuk kemudian diperjuangkan dalam kebijakan dan program pembangunan daerah. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar