Puluhan Pembalap Liar di Malang Diamankan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Malang--Puluhan pembalap liar di Kota Malang diamankan Polresta Malang, Kamis (7/5/2020) malam. Mereka menggelar balap liar di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan bahwa mereka ditangkap karena tidak mematuhi anjuran physicial distancing yang digagas oleh pemerintah di tengah pandemi virus corona Covid-19. Polisi sendiri telah mendeteksi aksi balap liar mereka di media sosial. Polisi kemudian bergerak dan mengamankan puluhan pembalap liar.

Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf

[irp]

“Jadi anggota kami sudah melacak, ada indikasi ajakan balap liar di sosial media. Bahkan mereka mendata di sosial media nopol sepeda motor yang akan ikut. Kita bawa ke Mapolresta dan disemprot antiseptic serta di data,” ujar Leonardus.

Ada 62 pembalap liar dan 38 motor roda dua yang diamankan. Selain di data dan disemprot antiseptic mereka juga dilakukan pemeriksaan suhu badan dengan thermal gun. Hasilnya 10 pembalap liar diketahui memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat celcius. Mereka kemudian di serahkan ke tim medis untuk dilakukan rapid test.

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'

“10 orang memiliki suhu 38 derajat celcius dan langsung kami rapid test ke tim medis. Ke depan kami akan lebih gencarkan untuk patroli dan razia seperti ini. Apalagi jika sudah PSBB nanti. Bisa jadi para pemuda ini kami isolasi 14 hari seperti yang di Surabaya,” papar Leonardus.

[irp]

Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH

Sementara itu, Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Mu’arif mengungkapkan hasil rapid test untuk 10 pembalap liar telah keluar dan dinyatakan non-reaktif. Meski begitu, Satgas Covid-19 Pemkot Malang mengimbau remaja dan warga Kota Malang lainnya untuk patuh dengan anjuran physicial distancing.

“Indikasinya rapid test non-reaktif. Namun kami imbau mereka agar kembali ke rumah masing-masing dan tidak berkeliaran lagi. Karena virus bisa menular kapan pun, tetap jaga physical distancing,” tandas Husnul. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru