KLIKJATIM.com | Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat merespons temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan.
Berbagai langkah darurat medis dan preventif segera diimplementasikan guna memutus rantai penularan sekaligus melindungi populasi ternak di wilayah sekitarnya.
Baca juga: Raih Nilai Sempurna, Polres Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan dan Apresiasi dari Kapolri
Kepala Disnakkan Bojonegoro melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, drh. Lutfi Nurrahman, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelamatan ternak yang sehat dan pemulihan ternak terpapar melalui pengobatan intensif.
“Upaya ini kami lakukan agar ternak yang sehat tetap terlindungi dan ternak yang terpapar bisa segera pulih,” ujarnya pada Selasa (10/2/2026).
Dalam upaya menekan angka kesakitan dan kematian, Disnakkan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis ke lokasi terdampak untuk melakukan pengobatan simptomatik, pemberian vitamin, serta penguatan imun bagi ternak yang terinfeksi.
Baca juga: Hilang Sejak Pagi, Nenek Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Aliran Kali Jompo
Percepatan vaksinasi PMK juga digencarkan pada ternak sehat di zona hijau dan kuning sebagai pembentuk sabuk pelindung agar wabah tidak meluas.
Langkah biosekuriti turut diperketat melalui desinfeksi massal secara berkala di area kandang dan jalur kendaraan pengangkut ternak, serta imbauan bagi peternak untuk membatasi akses orang luar ke kandang. Selain itu, monitoring dan surveilans dilakukan secara rutin melalui pendataan harian guna memastikan ketersediaan obat dan logistik medis tetap mencukupi.
drh. Lutfi mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penjualan ternak secara panik (panic selling), mengingat PMK masih dapat disembuhkan dengan penanganan medis yang cepat dan tepat.
“Kami mengajak peternak untuk segera melapor jika menemukan gejala seperti air liur berlebih, luka di mulut, atau kuku. Kecepatan laporan sangat menentukan tingkat kesembuhan ternak,” tegasnya.
Editor : Fatih