KLIKJATIM.Com| Lumajang - Polres Lumajang menyelidiki peluru nyasar yang melukai pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang. Korban berinisial NNS tertembak di bagian paha saat jam istirahat di lingkungan madrasah setempat, Rabu.
Remaja asal Dusun Krajan II, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang itu mengalami luka tembak di bagian paha kiri dan saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.
Baca juga: Seorang Istri di Lumajang Potong 'Titit' Suaminya Karena Cemburu
"Memang benar pelajar MTsN 1 Lumajang terluka akibat peluru nyasar. Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB dan saat jam istirahat sekolah," kata Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edy Kuswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di kabupaten setempat, Rabu.
Menurutnya, korban bersama tiga temannya sedang berada di koridor gedung lantai dua asrama sekolah pada jam istirahat dan tiba-tiba peluru nyasar melukai korban.
"Saat itu korban tiba-tiba mendengar suara letusan seperti senapan dari arah yang belum diketahui asalnya. Tidak lama kemudian, korban merasakan kesakitan hebat di bagian paha kiri dan mengeluarkan darah," tuturnya.
Baca juga: Modus Investasi Fiktif, Tiga Orang Ditangkap Polres Lumajang Usai Bawa Uang Rp1 Miliar
Ia mengatakan korban yang kesakitan tersebut segera dievakuasi oleh pihak madrasah dan dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya proyektil peluru yang masih tertanam di paha korban. Saat kami mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD), memang benar terdapat luka yang diduga akibat tembakan di paha kiri korban. Rencananya korban akan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut," katanya.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Kawasan TNTBS Gunung Bromo Mendekati B29
Hingga kini, Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal peluru nyasar tersebut, termasuk jenis senjata yang digunakan.
"Kami masih mendalami kasus itu untuk mengetahui dari mana asal peluru dan jenis senjatanya. Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di madrasah itu," ujarnya.
Editor : Wahyudi