KLIKJATIM.Com | Surabaya – Aktivitas operasional di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kembali berjalan normal dan kondusif pasca insiden kapal Pacific 88.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memastikan layanan kepelabuhanan tidak terganggu setelah dilakukan penanganan dan pemulihan sejak kejadian tersebut.
Baca juga: Tangguh di Tengah Dinamika Global, Arus Peti Kemas TPS April 2026 Tumbuh 4,31%
Branch Manager Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi korban bersama Basarnas dan Ditpolairud, Pelindo langsung memfokuskan upaya pada evakuasi kontainer serta pembersihan barang-barang yang tercecer di area dermaga.
“Selain evakuasi petikemas, tim operasional juga melakukan pembersihan menyeluruh untuk menjaga standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di wilayah pelabuhan,” ujar Muh Junaedhy, Selasa (3/2).
Untuk memastikan keamanan pelayaran, Pelindo juga mengerahkan alat pencarian berupa scan sonar. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada petikemas yang tertinggal di perairan dan berpotensi mengganggu aktivitas kapal, mengingat kegiatan kepelabuhanan di lokasi tersebut telah kembali berangsur normal.
“Saat ini kegiatan operasional di area Dermaga Jamrud Selatan telah berjalan dengan lancar dan terus dipantau secara intensif agar tetap aman, tertib, dan terkendali,” tambahnya.
Baca juga: PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik Catat Kinerja Positif di Triwulan I 2026
Senada dengan Pelindo, KSOP Tanjung Perak memastikan proses penanganan pasca insiden telah dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Pelaksana Harian (Ph) KSOP Tanjung Perak, Arizal Hendriawan, menyatakan pihaknya turut mengawal seluruh rangkaian penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“KSOP bersama Pelindo dan unsur terkait memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan area, evakuasi objek di perairan, hingga normalisasi alur pelayaran,” jelas Arizal.
Di sisi lain, Pelindo menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pelindo juga memberikan santunan kepada korban dan berkomitmen memenuhi hak-hak korban sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Saat ini, insiden kapal Pacific 88 masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang dan instansi terkait guna mengetahui penyebab kejadian secara menyeluruh.
Perlu diketahui, Kapal Pacific 88 yang sandar di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak mengalami insiden pada saat proses bongkar muat (BM) sekitar pukul 04.00 WIB, Senin, (2/2/2026).
Berdasarkan Informasi, kejadian bermula pada saat proses bongkar muat berlangsung, terjadi kemiringan kapal ke arah darat yang menyebabkan kondisi kapal menjadi tidak seimbang, sehingga beberapa petikemas jatuh ke laut di sisi dekat dermaga. Untuk penyebab kemiringan kapal masih diinvestigasi pihak terkait.
Editor : Abdul Aziz Qomar