KLIKJATIM.Com | Lamongan -Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Lamongan, Minggu sore, 1 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem tersebut, sedikitnya empat pohon tumbang di sejumlah titik dan sempat mengganggu aktivitas warga.
Koordinator Damkar Lamongan Kota, Suwanto mengatakan pohon tumbang terjadi antara lain di kawasan Dapur dan Sekitar Desa Dinoyo, Kecamatan Deket. Beberapa pohon roboh menutupi badan jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan.
Baca juga: Upacara Harkitnas ke-118 di Lamongan: Soroti Transformasi Digital dan Kedaulatan Informasi
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pohon tumbang hanya menutup jalan dan tidak sampai menimpa kendaraan,” ujarnya.
Selain mengganggu lalu lintas, satu pohon dilaporkan menimpa sebuah rumah warga di wilayah Dapur. Akibatnya, rumah tersebut mengalami kerusakan ringan. Selain itu, kabel jaringan internet wifi di lokasi kejadian juga dilaporkan putus.
Baca juga: Bupati Lamongan Tegaskan PMI Sebagai Mitra Strategis Pelayanan Sosial dan Kemanusiaan
Petugas gabungan dari Damkar, BPBD, dan unsur terkait langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi dan pembersihan pohon tumbang berlangsung sekitar dua jam hingga kondisi kembali normal.
Kemudian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Ia meminta warga untuk tidak berteduh di bawah pohon besar karena berisiko tumbang, serta menjauhi kabel listrik yang berpotensi putus atau terkelupas akibat cuaca ekstrem.
Baca juga: Polres Lamongan Bongkar Kasus Pencurian Diesel
“Pada saat hujan deras dan angin kencang, masyarakat kami imbau untuk tidak berteduh di bawah pohon, menghindari kabel listrik, serta menjauhi genangan air yang berpotensi membahayakan,” katanya.
Selain itu, Ery menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. “Jika tidak ada kepentingan yang mendesak, lebih baik tetap berada di rumah demi keselamatan,” tuturnya.
Editor : Wahyudi