KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memacu langkah strategis dalam mengantisipasi ancaman banjir. Salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan penguatan tanggul di Kali Plalangan, yang merupakan bagian vital dari sistem aliran Bengawan Jero.
Pada Jumat (30/1), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuaji, meninjau langsung progres pengerjaan di lapangan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penguatan tanggul dan normalisasi aliran sungai ke arah hulu hingga area jembatan berjalan optimal.
Baca juga: Antisipasi Kecelakaan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Terjunkan 17 Petugas Jaga Lintas Ekstra
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menjelaskan bahwa Kali Plalangan kerap menjadi titik rawan jebol setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh sistem pembuangan ke arah utara yang dinilai belum representatif menampung debit air.
"Revitalisasi aliran sungai hingga jembatan menjadi fokus agar arus pembuangan air dari selatan ke utara lebih lancar. Kita ingin fungsi sungai ini maksimal dalam mengalirkan air," ujar Pak Yes di sela-sela peninjauan.
Saat ini, Pemkab Lamongan bersama pihak terkait tengah mengevaluasi sistem pengendalian Bengawan Jero secara menyeluruh. Tujuannya adalah membangun pengelolaan sungai yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Beberapa langkah yang diambil antara lain mencari alternatif saluran pembuangan air baru untuk mengurangi beban debit air di Bengawan Jero, mengintegrasikan pengendalian air lokal dengan sistem besar Bengawan Solo.
Sementara hasil laporan pusat, evaluasi dan pengerjaan lapangan ini akan dilaporkan ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan program serta penguatan kebijakan nasional.
Selain perbaikan infrastruktur teknis, Pak Yes menekankan bahwa peran masyarakat sangat krusial. Orang nomor satu di "Kota Soto" tersebut mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai.
Baca juga: Modal Rekor dan Kemenangan, M. Kiandra Ramadhipa Optimistis Taklukkan Sirkuit Jerez
"Sinergi pemerintah dan masyarakat sangat penting, terutama dalam mencegah penumpukan sampah dan eceng gondok yang selama ini sering menghambat laju aliran air," pungkasnya.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menurunkan potensi banjir secara signifikan serta meningkatkan ketahanan wilayah Lamongan terhadap risiko genangan air di masa depan.
Editor : Fatih