Gebrakan Awal Tahun, Misi Dagang Jatim-Jateng Pimpinan Gubernur Khofifah Tembus Transaksi Rp3,15 Triliun

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat meninjau gerai produk UMKM dalam acara Misi Dagang Jatim-Jateng 2026.

KLIKJATIM.Com | Semarang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengawali tahun 2026 dengan capaian gemilang. Memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi perdana di Ballroom PO Hotel Semarang, Kamis (29/1), Khofifah sukses mencatatkan komitmen transaksi fantastis senilai Rp3.152.408.358.000.

Angka tersebut menjadi bukti kuat betapa krusialnya integrasi pasar domestik dan konektivitas perdagangan antarprovinsi dalam menjaga stabilitas ekonomi regional. Sinergi ini mempertemukan ratusan pelaku usaha dari Jatim dan Jateng dalam sebuah skema business matching yang produktif.

Baca juga: Inflasi Mei Lebih Tinggi dari April, BPS Ungkap Penyumbang Terbesarnya

“Matur nuwun semuanya, ini menjadi sinergi yang luar biasa. Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Pola perdagangan dua arah ini memperkuat integrasi pasar domestik kita,” tegas Khofifah, Jumat (30/1).

Total nilai transaksi Rp3,152 triliun tersebut terbagi atas Jatim Jual sebesar Rp2,75 triliun, Jatim Beli Rp296,8 miliar, dan sektor Investasi senilai Rp96 miliar.

Salah satu penopang utama transaksi adalah kerja sama antara asosiasi pelaku usaha peternakan kedua provinsi yang nilainya mencapai Rp1,13 triliun per tahun. Produk yang mengalir meliputi daging sapi, daging unggas, susu, hingga ternak hidup. Selain itu, komoditas strategis seperti gula kristal putih dari PT Sinergi Gula Nusantara turut mencatatkan transaksi senilai Rp300 miliar.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya

Khofifah menjelaskan bahwa misi dagang ini merupakan instrumen penting untuk menekan ketergantungan pada impor, khususnya untuk bahan baku industri.

“Kita semua sama-sama punya kekuatan dan kelemahan. Kuncinya adalah sinergi. Mari tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” imbuhnya.

Data ekonomi menunjukkan posisi tawar Jawa Timur yang sangat kuat. Hingga Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,22 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Dengan kontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional, Jatim juga mencatatkan surplus perdagangan antarwilayah terbesar secara nasional, yakni Rp209 triliun.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kodim 0813 Bojonegoro Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Khusus dengan Jawa Tengah, total nilai perdagangan Jatim mencapai Rp47,58 triliun dengan surplus di pihak Jawa Timur sebesar Rp9,05 triliun.

Sejak tahun 2019 hingga Januari 2026, Gubernur Khofifah telah menginisiasi 49 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total nilai transaksi akumulatif mencapai Rp30,52 triliun. Langkah ini tidak hanya memperluas pasar bagi produk lokal, tetapi juga memperkokoh fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru