SPPG Babur Rizki Camplong Evaluasi Menu MBG, Sekolah Nilai Kualitas dan Distribusi Sudah Sesuai Standar

Reporter : fadil
BERSINERGI: Owner SPPG Yayasan Babur Riski Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang saat melakukan rapat evaluasi bersama Kepala Sekolah. (Fadil/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sampang — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambaan, Yayasan Babur Rizki, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, melakukan evaluasi peningkatan kualitas menu sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Tambaan Yayasan Babur Rizki, Moh. Abdhalul Farizi, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas menu tetap terjaga serta membuka ruang masukan dari sekolah sebagai mitra pelaksana di lapangan.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada kritik terkait menu. Namun kami tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak sekolah maupun mitra untuk memberikan saran sebagai bahan perbaikan ke depan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, dapur MBG yang dikelola pihaknya berkomitmen menjalankan program sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Madupat 2 Kecamatan Camplong, Rahmatulloh, menilai menu yang disediakan dapur MBG Babur Rizki telah sesuai standar yang ditetapkan BGN, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan distribusi.

“Menu sudah sesuai ketentuan dan pendistribusiannya tepat waktu,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, pihak sekolah tidak mengalami kendala ketika terjadi permasalahan teknis di lapangan karena pihak dapur sigap melakukan perbaikan. Menurutnya, siswa pun menikmati menu yang disajikan.

“Menunya memenuhi prinsip empat sehat lima sempurna. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.

Di lokasi yang sama, Owner SPPG Tambaan Yayasan Babur Rizki, Eko Haryono, turut menanggapi sejumlah isu miring yang beredar terkait menu MBG. Ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya peserta didik di Kecamatan Camplong.

“Terkait isu miring soal menu, itu hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Kami tetap fokus memberikan pelayanan terbaik sesuai aturan,” tegasnya.

Eko menjelaskan bahwa penyusunan menu tidak terlepas dari skema anggaran yang telah diatur secara ketat oleh pemerintah. Menurutnya, anggaran harian yang dialokasikan tidak sepenuhnya dibelanjakan setiap hari.

“Misalnya anggaran harian Rp30 juta, bukan berarti seluruhnya dibelanjakan. Dana yang dapat digunakan untuk belanja hanya sekitar Rp15 juta, sesuai ketentuan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa mekanisme tersebut bukan keputusan sepihak yayasan, melainkan aturan yang sudah ditetapkan. Setiap menu disesuaikan dengan pembelanjaan dan patokan harga yang berlaku.

Eko juga menyoroti masih adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait perhitungan anggaran program MBG.

“Anggaran dihitung berdasarkan kuota penerima. Tapi bukan berarti seluruh dana masuk ke dapur setiap hari. Kami juga harus melakukan talangan sesuai ketentuan yang diperbolehkan,” paparnya.

Ke depan, Eko berharap seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sampang, dapat lebih cermat menyikapi informasi yang beredar agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Kami berharap semua pihak lebih teliti dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang belum jelas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak sekolah untuk tetap solid dan menjaga kekompakan demi kelancaran serta keberlangsungan program MBG di Kecamatan Camplong.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru