KLIKJATIM.Com | Sampang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Savina Syafira, Yayasan Oofy Nusantara Adikarya dan pihak sekolah dasar negeri (SDN) Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang akhirnya buka suara atas video viral terkait siswa fiktif.
Dalam akun TikTok tersebut, Kepala SPPG Savina Syafira Yayasan Oofy Nusantara Adikarya, Hoirumman menyatakan, bahwa terkait beredarnya video SDN Batuporo Timur 1 yang menyebut sekolah tersebut sekolah fiktif. Namun pihak dapur MBG sebelumnya sudah memvalidasi dan melakukan MoU.
Baca juga: Hapus Kekerasan di Sekolah, K3S Pangarengan Sampang Siap Jalankan Aturan Baru Menteri
"Saya sudah memvalidasi bahwasanya siswa ini ada, dan disaat pengiriman pada 16 September lalu, juga sudah ada dokumennya," jelas Hoirumman dalam akun TikTok berdurasi 02:40 tersebut, Jumat (23/1/2026).
Sambil lalu menunjukkan dokumen foto, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pihak sekolah agar mengklarifikasi terkait video viral supaya ke depannya lebih baik.
Baca juga: Kemenag Sampang Dukung Langkah Disdik Benahi Kualitas Pendidikan Pasca Isu Viral
Sementara itu, Plt Kepala UPTD SDN Batuporo Timur 1, Imam Mahrus Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menyikapi video viral Yan beredar luas, ia menyatakan bahwa di sini (SDN) Batuporo Timur 1 betul-betul memiliki siswa dan terdaftar di Dapodik sebanyak 33 siswa.
"Jadi dapur MBG yang dinyatakan mendistribusikan makanan tanpa ada siswa, itu kurang benar, karena saya betul-betul memiliki siswa," terangnya.
Bahkan, lanjutnya, pada tiap kali pendistribusian MBG , pihak Guru yang ada selalu melakukan dokumentasi berupa foto dan video saat penyaluran.
"Jadi, SPPG Savina Syafira sudah memenuhi kriteria sesuai data siswa yang ada di sekolah," pungkasnya.
Editor : Wahyudi