KLIKJATIM.Com | Ponorogo -Tiga jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengalami kerusakan parah akibat luapan air sungai yang melintasi Desa Grogol.
Derasnya aliran air saat hujan beberapa hari terakhir menggerus pondasi jembatan hingga menyebabkan sebagian bangunan ambrol.
Baca juga: Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Pemimpin Ponpes Gontor Ponorogo
Perangkat Desa Grogol, Kateni, Senin, mengatakan salah satu jembatan penghubung antardukuh ambruk pada Sabtu (17/1) sore. Kerusakan terjadi karena pondasi tidak mampu menahan kuatnya arus sungai saat hujan deras.
“Kerusakan ini sangat mengkhawatirkan karena jembatan merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Kateni.
Saat ini, jembatan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua, namun kondisinya dinilai sangat rawan dan berpotensi roboh sewaktu-waktu. Sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
Jika jembatan kembali ambrol, ratusan warga di Dukuh Mijil dan Dukuh Mingging terancam terisolasi total. Pasalnya, akses tersebut merupakan jalur utama penghubung antardesa.
Kateni menjelaskan, di wilayah Desa Grogol terdapat tiga jembatan yang seluruhnya dalam kondisi rusak. Satu jembatan ambrol pada 2022 dan sempat menelan korban, satu jembatan lainnya rusak akibat tergerus aliran sungai, sedangkan jembatan ketiga kembali ambrol pada Sabtu lalu.
Baca juga: Setahun, Kejari Ponorogo Ungkap 4 Perkara Korupsi
“Dua jembatan lainnya juga tidak layak digunakan. Bahkan salah satunya hanya diperkuat dengan anyaman bambu hasil swadaya warga agar tetap bisa dilalui,” katanya.
Kondisi ini memaksa warga menggunakan jalur darurat yang hanya dapat dilewati sepeda motor. Selain sempit, jalur tersebut juga berbahaya, terutama saat hujan.
“Kalau hujan jalannya licin dan berisiko. Mobil sama sekali tidak bisa lewat,” ungkap Giono, warga setempat.
Sekretaris Desa Grogol, Pujianto, membenarkan bahwa terdapat tiga jembatan rusak di wilayahnya, masing-masing dua jembatan berada di Dukuh Mijil dan satu jembatan di Dukuh Mingging.
Baca juga: Longsor Kembali Terjadi di Ponorogo, Enam KK di Desa Banaran Sempat Terisolir
“Semua jembatan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Untuk roda dua masih bisa, tapi harus ekstra hati-hati,” jelas Pujianto.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo guna penanganan awal. Namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu perbaikan dari pemerintah kabupaten.
“Dampaknya cukup besar karena aktivitas warga dan roda perekonomian terganggu akibat terputusnya akses kendaraan roda empat,” pungkasnya.
Editor : Wahyudi