KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Kasus proyek pengadaan 2,5 juta masker di Kabupaten Pasuruan yang diduga jadi ajang bancakan sejumlah oknum pejabat dan tokoh masyarakat terus menggelinding. Satu per satu nama yang ditengarai dalam pusaran proyek senilai Rp 7,5 Miliar mulai bermunculan.
Dari data yang dihimpun klikjatim.com, muncul nama Wabup (Wakil Bupati) masuk daftar pada kolom yang bertuliskan ‘Nama Pembuat’ dengan jumlah 50 ribu masker. Selain itu juga terdapat lima nama oknum anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Saat dikonfirmasi, Wabup Pasuruan, Mujib Imron dengan tegas membantah terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus bancakan proyek masker. Bahkan dia malah menyarankan untuk bertanya langsung kepada pihak yang telah memberikan informasi itu.
[irp]
"Tanya saja yang nyatat nama saya. Kalau saya minta masker dan saya distribusikan kan tidak ada masalah," kata Wabup di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2020).
Dia pun sempat kaget, ketika namanya (Wabup) tercantum dalam ploting diduga sebagai penerima order masker. Gus Mujib, sapaannya menyatakan, dirinya tidak pernah meminta atau memberikan rekomendasi kepada seseorang untuk mendapatkan jatah pengadaan masker.
"Ramai-ramai itu termasuk dinamika. Siapapun bisa membawa-bawa nama saya untuk minta jatah masker. Tapi saya tidak pernah merekomendasi agar seseorang dapat jatah masker,” tandasnya.
[irp]
Baca juga: Taman Safari Prigen Gandeng Majalah Bobo, Hadirkan Rainbow Adventure untuk Wisata Keluarga
Bahkan dirinya justru mewanti-wanti agar proses pengadaan 2,5 juta masker ini berjalan sesuai dengan etika pengadaan barang. Termasuk harus ada pembanding, harus clean, dan tidak abu-abu.
“Mestinya pengadaan barang masker ini harus dengan UMKM. Saya sudah wanti-wanti, jangan sampai wabah coronanya selesai, kita habis juga. Semua harus jelas,” tegasnya. (nul)
Editor : Redaksi