Jakarta – Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi bisu kemegahan peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Sabtu (17/1/2026).
Sekitar 6.000 jemaah Muslimat NU se-Jabodetabek hadir memenuhi masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar, serta Menteri PPA RI Arifah Choiri Fauzi.
Baca juga: Warga Jember Merapat! Beli Motor Honda Sekarang, Berpeluang Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh anggota Muslimat NU untuk menjadikan masjid sebagai sentral kehidupan, baik dalam pola pikir maupun gerakan keumatan.
Khofifah menekankan bahwa peristiwa Isra' Mikraj, yang merupakan perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, harus menjadi referensi bagi umat Islam dalam beraktivitas.
"Peringatan ini menjadi pengingat bagaimana hati, pikiran, dan gerakan kita harus bertaut dengan masjid. Gerakan kita harus minal masjid ilal masjid, dari tempat yang suci ke tempat yang suci. Ini adalah implementasi kecintaan kita untuk selalu memakmurkan masjid dan jemaahnya," ujar Khofifah di hadapan ribuan jemaah.
Ia menambahkan, kehadiran Muslimat NU di majelis ilmu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan penguatan nilai spiritual hablu minallah (hubungan dengan Allah) melalui salat dan zikir, serta hablu minannaas (hubungan dengan manusia) melalui sinergi, harmoni, dan kesalehan sosial.
Baca juga: Hadiri Pamit Kenal Kapolres Lamongan, Wabup Dirham Tekankan Sinergi Demi Stabilitas Pembangunan
Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, membedah hakikat Isra' Mikraj dari sudut pandang spiritual. Ia menjelaskan bahwa Isra adalah perjalanan horizontal yang dapat dicerna akal, sedangkan Mikraj adalah perjalanan vertikal menuju puncak spiritualitas yang melampaui logika.
"Hakikat Mikraj sesungguhnya adalah bagaimana setelah kita naik ke 'puncak' bertemu sang pencipta, kita kembali turun untuk bersosialisasi dan membawa manfaat bagi masyarakat. Itulah tujuan spiritual yang kolektif," terang Menag Nasaruddin.
Menag juga memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU dan membuka pintu lebar-lebar bagi organisasi ini untuk menggunakan fasilitas Masjid Istiqlal secara rutin.
"Silakan jika Muslimat ingin memanfaatkan Istiqlal sebulan sekali, kami akan fasilitasi," ucapnya.
Penceramah populer Ustadz Das'ad Latif yang turut hadir memberikan pesan menohok bagi generasi masa kini. Ia menegaskan bahwa inti dari Isra' Mikraj adalah perintah salat sebagai solusi atas segala problematika hidup.
"Saat ada masalah, jangan dibagikan di media sosial, tetapi kembalilah salat. Evaluasi salat kita, karena salat adalah tiang yang akan menguatkan kita menghadapi badai ujian," tegasnya.
Editor : Fatih