Instruksi Zakat Profesi ASN Lamongan: Kunci Strategis Entaskan Kemiskinan di Kota Soto

Reporter : Rozy
Pak Yes saat menghadiri penyaluran bantuan Semester II di Pendopo Desa Glagah.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmen dalam menekan angka kemiskinan melalui optimalisasi zakat profesi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui instruksi resmi Bupati, seluruh ASN di lingkup Pemkab Lamongan diwajibkan menyisihkan 2,5 persen dari gaji bulanan mereka untuk dikelola secara profesional oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan.

Baca juga: Momentum HJL ke-457, Bupati Lamongan Resmikan Tiga Layanan Baru di RSUD Ngimbang

Transformasi Program: Dari 1 Desa 1 Mustahik Menjadi 6 Mustahik
Langkah strategis ini membuahkan hasil nyata melalui program unggulan bertajuk "1 Desa 6 Mustahik".

Program ini menyasar 424 desa yang tersebar di 27 kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Melalui skema ini, setiap desa mendapatkan alokasi bantuan tunai untuk enam orang warga yang masuk kategori mustahik (penerima zakat).

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa setiap mustahik akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp600.000 yang disalurkan secara rutin setiap satu semester sekali. Pria yang akrab disapa Pak Yes ini menyatakan bahwa tingginya antusiasme ASN dalam berzakat membuat program ini terus berkembang pesat.

Baca juga: Dorong Produk Perikanan Berkelanjutan, Bupati Lamongan Raih East Java Maritime Awards 2026

"Alhamdulillah, awalnya hanya 1 desa 1 mustahik, sekarang berkembang menjadi 1 desa 6 mustahik. Kami berharap kedepannya jumlah ini terus meningkat sehingga mampu menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan," ujar Pak Yes saat menghadiri penyaluran bantuan Semester II di Pendopo Desa Glagah, Kamis (18/12).

Kebijakan zakat profesi ini terbukti menjadi instrumen efektif dalam mendukung program kesejahteraan pemerintah daerah. Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati, angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren melandai yang konsisten dalam empat tahun terakhir.

Setelah sempat menyentuh angka 13,86 persen pada tahun 2021, angka tersebut perlahan turun menjadi 12,53 persen (2022), 12,43 persen (2023), dan kini berada di posisi 12,16 persen pada tahun 2024.

Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona

Dukungan Pendidikan bagi Santri
Tak hanya fokus pada bantuan tunai untuk kebutuhan pokok, Baznas Lamongan juga memperhatikan sektor pendidikan. Ketua Baznas Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Mulyono, mengungkapkan bahwa dalam penyaluran bantuan kali ini, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada 9 santri berprestasi.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif agar anak-anak di Kabupaten Lamongan tetap bisa mengenyam bangku pendidikan tanpa terkendala biaya, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur akademik dan keagamaan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru