BPS: Angkatan Kerja Gresik Naik, Namun Jumlah Penduduk Bekerja Turun pada Agustus 2025

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Infografik jumlah angkatan kerja di Gresik, dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) per Agustus 2025. (Dok/BPS)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik merilis perkembangan ketenagakerjaan terbaru berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.

Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih, menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja di Gresik tercatat 735,90 ribu orang, meningkat signifikan sebanyak 29,07 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif Buka Workshop Statistik

Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan. Pada Agustus 2025, TPAK Gresik berada di angka 67,99 persen, turun 3,62 persen poin dibandingkan Agustus 2024.

“Penurunan TPAK ini menunjukkan bahwa sebagian penduduk usia kerja belum sepenuhnya terserap atau memilih tidak aktif dalam pasar kerja,” jelas Indriya dalam rilis resmi, Senin (1/12/2025).

Di sisi lain, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2025 tercatat 695,66 ribu orang. Angka ini menurun cukup signifikan, yaitu 19,95 ribu orang, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sekaligus memberikan gambaran bahwa pertumbuhan angkatan kerja tidak berbanding lurus dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Inflasi Gresik Terkendali, Capai 2,16 Persen pada Oktober 2025

Indriya menerangkan bahwa perubahan jumlah pekerja antar‐lapangan usaha turut mempengaruhi kondisi tersebut. Sektor Jasa tercatat mengalami peningkatan terbesar, dengan tambahan pekerja mencapai 285,90 ribu orang.

“Kenaikan di sektor jasa menunjukkan adanya pergeseran komposisi tenaga kerja seiring kebutuhan pasar dan perkembangan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Angka Inflasi Kabupaten Gresik di Bulan Juni 2,13 Persen, Turun dari Periode Mei

Sebaliknya, sektor Pertanian mengalami penurunan paling besar dalam struktur penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 1,75 persen poin. Menurut BPS, tren ini sejalan dengan pola umum urbanisasi ekonomi, di mana sebagian angkatan kerja beralih dari sektor tradisional menuju sektor berbasis layanan dan industri.

BPS Gresik menegaskan bahwa data ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan ketenagakerjaan dan strategi pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru