KLIKJATIM.Com | Lamongan - Pembangunan di Kabupaten Lamongan secara eksplisit berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini didorong oleh peran sektor pertanian sebagai basis pertumbuhan ekonomi daerah, yang mana menyumbang lebih dari 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Komitmen ini diwujudkan dengan berbagai upaya, antara lain:
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
- Fasilitasi modernisasi pertanian dan dukungan infrastruktur.
- Pemberdayaan petani dan dukungan kebijakan.
- Jaminan ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses.
- Penyaluran bantuan alsintan (Alat dan Mesin Pertanian).
- Jaminan sosial petani (asuransi).
- Pendampingan dan pelatihan.
Selain untuk mewujudkan kesejahteraan petani, penerapan berbagai kebijakan dan program tersebut juga bertujuan untuk mempertahankan status Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
Hal tersebut dituturkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan temu wicara peningkatan kapasitas kelembagaan petani, Senin (17/11) di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt.7.
"Pada momentum ini mari menyatukan tekad untuk memaksimalkan tugas yang telah diamanatkan. Selain itu juga mewujudkan ekosistem pertanian di Kabupaten Lamongan bersifat kolaboratif," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Pada kesempatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada Penyuluh Pertanian Lapangan hingga desa yang memiliki prestasi di bidang pertanian.
Editor : Fatih