Banjir Kepung Sejumlah Titik di Sampang, BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Reporter : fadil
BANJIR: Bencana banjir di Kabupaten Sampang melanda di beberapa wilayah, termasuk di Kecamatan Jrengik dan Kecamatan Camplong. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Bencana banjir awal musim di tahun 2025 sudah melanda di beberapa titik di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kota Sampang, Kecamatan Camplong, dan Kecamatan Jrengik, tepatnya di Sungai Nyiburan, Desa Panyepen.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyampaikan bahwa banjir yang melanda Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, memiliki ketinggian air yang cukup parah, yakni sekitar 1 meter hingga 1,5 meter.

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

"Air masuk mulai sore hingga tadi malam [Rabu, 5/11/2025]," jelas Fajar, Kamis (6/11/2025).

Sementara di Kecamatan Kota Sampang, daerah seperti Kamoning dan Pangelen air sudah menggenangi beberapa rumah warga. Tercatat, jumlah titik yang terdampak di Kecamatan Kota Sampang mencapai delapan titik.

"Yang terbaru ini di daerah Nyiburan, Jrengik, air masuk jam sembilan pagi," terang Fajar.

Baca juga: Hapus Stigma dan Diskriminasi, Dinkes KB Sampang Targetkan Eliminasi TB dan Kusta pada 2030

Di Desa Banyumas, air dilaporkan sudah mulai surut, namun prosesnya berjalan lambat. Dilihat dari pola air, Fajar memprediksi air akan surut pada sore hari dan kemungkinan pasang kembali pada malam hari.

Fajar juga menyebutkan bahwa banjir di daerah Prajjan disebabkan oleh curah hujan deras di Kecamatan Omben. "Wilayah yang paling terdampak itu di daerah Pondok Nata," ucapnya.

Saat ini, pihak BPBD Sampang sudah melakukan evakuasi dan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak. Data lengkap kerugian masih dalam proses pengumpulan oleh petugas di lapangan.

Baca juga: Innova Oleng dan Hantam Truk Trailer di Jalur Bojonegoro–Babat, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Menyikapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Sampang mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, terutama warga yang tinggal di daerah perbukitan dan yang dekat dengan sungai.

"Kalau untuk menghindari petir, upayakan tidak berada di lahan terbuka. Sebaiknya berteduh di tempat aman," pungkas Hozin.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru