KLIKJATIM.Com | Tapanuli Tengah — Suasana malam di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, kini tampak berbeda. Di antara rumah-rumah sederhana yang selama ini diselimuti gelap, cahaya lampu mulai berpendar lembut. Senyum lega dan haru tampak di wajah warga yang untuk pertama kalinya menikmati terang di rumah sendiri.
Momen bersejarah itu terjadi berkat program penyambungan listrik gratis bertajuk “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” dari PT PLN (Persero). Menjelang peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, sebanyak 31 keluarga prasejahtera di wilayah Tapanuli Tengah kini telah resmi tersambung listrik.
Baca juga: Minat Industri terhadap Energi Hijau Meningkat, Penjualan REC PLN Tembus 6,43 TWh Sepanjang 2025
Salah satu penerima manfaat, Marluga Marbun, warga Desa Aek Horsik, tak kuasa menahan air mata saat lampu di rumahnya untuk pertama kali menyala. Selama bertahun-tahun, keluarga petani sayur ini hanya mengandalkan lampu minyak sebagai penerang malam.
“Selama ini rumah kami gelap, kalau malam hanya pakai lampu minyak. Untuk beraktivitas saja susah. Sekarang anak-anak bisa belajar malam hari, dan kami bisa beraktivitas lebih lama. Terima kasih, PLN,” ujar Marluga haru.
Bagi Marluga, kehadiran listrik bukan sekadar soal penerangan, tapi juga membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik. Kini anak-anaknya bisa belajar dengan nyaman, dan keluarganya dapat beraktivitas lebih produktif.
PLN Hadir Hingga Pelosok
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok desa. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar sekaligus pondasi pembangunan daerah.Baca juga: Aktivitas Terganggu karena Listrik Sering Turun? Ini Cara Praktis Tambah Daya Resmi via PLN Mobile
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami berterima kasih kepada PLN. Kehadiran listrik bukan hanya menerangi rumah, tapi juga menerangi masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil dari inisiatif pegawai PLN di seluruh Indonesia yang secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Program ini lahir dari kepedulian insan PLN. Kami ingin saudara-saudara kita yang belum punya listrik bisa segera menikmati terang. Harapannya, dengan listrik menyala, anak-anak bisa belajar malam hari, orang tua lebih produktif, dan ekonomi keluarga meningkat,” ujarnya.
Energi dari Kepedulian dan Gotong Royong
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Ahmad Syauki, menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.Baca juga: Bangunan Siap Digunakan, PLN Permudah Pasang Listrik Baru Lewat Aplikasi Digital
“Energi tidak hanya mengalir melalui kabel dan jaringan, tapi juga melalui kepedulian dan gotong royong. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang mendukung. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi Sumatera Utara yang terang, berdaya, dan berkeadilan,” kata Syauki.
Secara nasional, PLN menargetkan lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia akan menerima sambungan listrik gratis melalui program ini. Inisiatif tersebut menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk menghadirkan listrik berkeadilan bagi seluruh rakyat, sekaligus menghidupkan mimpi yang lama tertunda. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar