KLIKJATIM.Com | Sampang - Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan rasa duku cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada 29 September 2025 lalu.
Rasa duku tersebut disampaikan pada saat pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2025 di Lapangan Upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sampang, dengan tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Keberadaan Dunia'
Baca juga: Lepas 618 Calon Jemaah Haji, Sekdakab Sampang Ingatkan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Bangsa
"Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan iman," doa Bupati Sampang.
Menyampaikan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, HSN ditetapkan oleh Presiden melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan HSN jatuh setiap tanggal 22 Oktober, merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Kini. kita telah merdeka, inilah nikmat agung dari Allah, dibalik itu semua ada darah dari para syuhada serta doa para ulama dan pahlawan yang telah berjuang," terang Bupati.
Bupati Sampang mengajak masyarakat untuk mengingat jasa pahlawan, dan mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan melakukan hal baik yang memberi kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.
Menurut Bupati, Tema tersebut mengajak santri untuk selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia.
Baca juga: Pemkab Sampang Terima Hibah Aset Tanah dari Kementerian Keuangan RI
"Kami berharap santri lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi, tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama,” harapnya.
Baginya, santri memiliki banyak kemampuan, baik bidang keagamaan dan profesi lain. Bahkan sudah banyak dari kalangan pesantren jadi pemimpin negara.
"Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri dan mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan,” paparnya.
Baca juga: Perpanjangan STNK Kini Tak Wajib KTP Pemilik Lama, Samsat Sampang Ingatkan Balik Nama 2027
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, H. Fandi mengatakan, bahwa jumlah pesantren di Kabupaten Sampang sebayak 382 lebih. Jumlah tersebut dinilai paling besar ke-2 di Jawa Timur.
“Kami berharap santri itu punya peran penting, seperti dulu pada tahun 1945 dalam membangun Kabupaten Sampang," pungkasnya.(ris)
Editor : fadil