KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Perkembangan proyek pengadaan 2,5 juta masker untuk menanggulangi persebaran virus corona (Covid-19) di Kabupaten Pasuruan berjalan cukup lambat. Dari total kebutuhan untuk memenuhi target program gerakan memakai masker di daerah setempat, ternyata hingga saat ini baru terpenuhi 94 masker.
Hal ini terungkap setelah Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro setempat. Keduanya merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapat kepercayaan mengelola pengadaan masker dengan anggaran Rp 7,5 miliar dari APBD.
[irp]
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Jaelani mengaku kecewa dengan kinerja dua OPD yang menangani pengadaan masker ini. Sebab dari hasil sidak ditemukan bahwa pelaksanaannya kurang maksimal.
Buktinya, di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang dijatah sebanyak 1 juta masker baru mampu memproduksi 24 ribu masker. Sedangkan sisanya 1,5 juta masker yang harus dipenuhi Disperindag masih tersedia 70 ribu masker. Artinya sampai sekarang baru terpenuhi 94 ribu masker dari total 2,5 juta masker.
"Progres ini jauh dari target yang diharapkan. Lalu, kapan masker-masker ini akan didistribusikan ke masyarakat. Sementara penyebaran wabah pendemi (Covid-19) begitu cepat," imbuhnya pada klikjatim.com, Jumat (1/5/2020).
[irp]
Dia juga mendesak dinas terkait untuk segera menyelesaikan pengadaan masker ini. Sehingga bisa secepatnya dibagikan ke masyarakat.
Baca juga: Taman Safari Prigen Gandeng Majalah Bobo, Hadirkan Rainbow Adventure untuk Wisata Keluarga
"Sudah kami imbau agar OPD terkait melakukan percepatan agar selesai sesuai target," pungkasnya.
Diketahui, proyek pengadaan 2,5 juta masker senilai Rp 7,5 miliar yang bersumber dari anggaran refocusing tahap 1 ini telah menjadi polemik. Pasalnya belakangan muncul dugaan keterlibatan oknum anggota dewan yang meminta jatah pengadaan masker tersebut. Padahal program pengadaan masker ini sejatinya untuk pelaku UMKM Kabupaten Pasuruan yang terdampak akibat Covid-19. (nul)
Editor : Redaksi