Sopir dan Kernet Truk di Gresik Cekcok Berujung Penusukan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Terduga pelaku saat diamankan polisi (Dok/Polres Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Peristiwa penusukan yang terjadi di SPBU Bunder, Gresik, Sabtu (13/9/2025) malam, bermula dari cekcok antara sopir dan kernet truk wingbox pengangkut barang.

Menurut keterangan Polisi, terduga pelaku berinisial SU (30), kernet asal Tanjung Ilir, Kabupaten Lahat, terlibat perselisihan dengan sopir truk, TN (29). Menurut keterangan awal, konflik dipicu tudingan bahwa SU telah menghilangkan kunci wingbox serta mendapat perkataan tidak menyenangkan dari korban selama perjalanan.

Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari

Ketegangan yang sempat mereda kembali memanas saat truk berhenti di Terminal Bunder. Korban sempat mengeluarkan gunting dari saku celana, namun pelaku lebih dulu menyerang dengan menusukkan benda tajam ke wajah dan tubuh korban berulang kali.

Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat

Korban yang bersimbah darah segera dievakuasi ke RS Ibnu Sina Gresik oleh petugas. Sementara itu, tim Raimas Kalamunyeng Polres Gresik yang dipimpin Kasat Samapta AKP Heri Nugroho langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.

Baca juga: Berdarah! Dua Pria di Jember Jadi Korban Penusukan, Satu Orang Tewas
Setiba di lokasi, Raimas mengendalikan situasi, mengamankan pelaku, dan memastikan kondisi sekitar kembali kondusif. Pelaku kemudian diserahkan ke Satreskrim Polres Gresik untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa kepolisian akan terus hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu

“Jika ada tindak pidana, segera laporkan ke kepolisian terdekat atau melalui hotline Lapor Kapolres Gresik,” imbaunya. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru