KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur, Asep Heri, memimpin rapat strategis bertajuk Focus Group Discussion (FGD) di Surabaya pada Rabu, (27/8/2025) lalu.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang serta berbagai pakar lainnya, dengan tujuan untuk mencari metode baru dalam mewujudkan tata ruang yang ramah lingkungan di Jawa Timur.
Baca juga: Buka Peluang Kerja Warga Lokal, PT Terminal Teluk Lamong Fasilitasi Sertifikasi Gada Pratama Gratis
FGD ini secara khusus membahas tema “Model Integrasi Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup di Provinsi Jawa Timur”. Rapat ini menjadi forum intensif bagi para akademisi dan praktisi untuk merumuskan konsep dan metodologi yang tepat.
Baca Juga : Kementerian ATR/BPN Matangkan Transformasi Layanan, Fokus pada Kemudahan dan KecepatanTujuannya adalah memastikan setiap pembangunan yang dilakukan tidak merusak atau melebihi kapasitas alam suatu wilayah.
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Asep Heri menegaskan bahwa pengelolaan daya tampung lingkungan hidup merupakan aspek krusial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan tekanan pembangunan dan dinamika pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, peran BPN menjadi sangat penting.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
"BPN sebagai institusi yang berperan dalam penataan dan pengelolaan pertanahan memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan pemanfaatan ruang," ujar Asep.
Baca Juga : Sinergi BPN Jatim dan Pemkab Gresik Berantas Permukiman Kumuh di CampurejoIa berharap, melalui penelitian dan diskusi ini, akan ditemukan model yang efektif untuk memastikan pembangunan di Jawa Timur dapat berjalan secara berkelanjutan. (yud)
Editor : Iman