Dokter di Surabaya Meninggal Setelah Tangani Pasien Positif Covid-19

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Seorang dokter di RS Soewandhie Surabaya meninggal dunia setelah sebelumnya sempat merawat pasien positif corona atau covid-19, Senin (27/4/2020).  

Berdasarkan pengumuman yang beredar di sosial media, dokter tersebut bernama dr.Berkatnu Indrawan Janguk, dia bertugas di IGD RS Soewandi Surabaya. 

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, PLN Tebar Promo "Merdeka Daya": Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat PLN Mobile

Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, almarhum semasa hidupnya memang memiliki riwayat penyakit asma. Tiga pekan lalu, almarhum juga sempat melakukan tes swab di RSUD Soewandhie dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.

[irp]

“Dia memang punya penyakit bawaan asma, terus kemudian kemarin itu awal swabnya positif Covid-19, terus dirawat sembuh sudah. Kemudian, swabnya negatif tiga kali,” kata Febria sapaan lekat Febria Rachmanita.

Bahkan, kata Feni, beberapa hari terakhir saat dirawat di ICU, kondisi almarhum membaik. Bahkan, kemarin pagi kondisinya juga membaik. Namun kemudian, terjadi pembengkakan pada jantung.

Baca juga: DPRD Jember Soroti Anggaran Stiker Warga Miskin Rp 2,8 Miliar, Dinsos PPPA Beberkan Alasan Pengajuan

“Kemarin pagi saat dirawat di ICU kondisinya membaik. Terus saya dikabari tadi jam 17.46 WIB Senin (27/4/2020) meninggal dunia. Padahal sudah negatif semua, tiga kali tes Swab hasilnya negatif,” ujarnya.

Feni mengungkapkan, kebetulan waktu itu, almarhum adalah dokter yang menangani pasien Covid-19 asal Pemalang.

[irp]

Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah

“Pertama kali almarhum ambil swab itu tiga minggu yang lalu dan hasilnya positif. Terus swab lagi negatif, terus swab lagi negatif. Tapi, ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun,” jelasnya

Feni berharap, ke depan tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hingga meninggal saat menangani pasien Covid-19, baik itu perawat maupun dokter.

“Perawat sama dokter adalah garda terdepan. Walaupun mereka menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap, tapi saya harap tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hingga meninggal,” pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru