KLIKJATIM.Com | Sampang – Hingga akhir Mei 2025, pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sampang belum menunjukkan kepastian.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman pada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang, Abdul Rokib, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari instansi terkait mengenai pelaksanaan BSPS tahun ini.
Baca juga: Harga Garam di Sampang Anjlok Hingga Rp30 Ribu per Karung, Petani Menjerit
"Kalau tahun lalu sekitar bulan April kami sudah mendapatkan informasi dari pusat. Tapi sekarang, sudah akhir Mei belum ada kabar apa pun. Kami juga belum tahu apakah program ini ditunda atau seperti apa," ujarnya, Rabu (28/5/2025).
Menurut Rokib, biasanya pelaksanaan awal program BSPS dimulai dengan penunjukan konsultan oleh balai teknis di Surabaya. Konsultan tersebut kemudian menyampaikan informasi ke dinas di tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Sampang.
Baca juga: Telan Anggaran Rp 59 Miliar Lebih, Pembangunan Gedung Poltera Capai 85 Persen
"Program BSPS umumnya disalurkan secara bertahap. Sebagai contoh, tahun lalu bantuan turun dalam tiga tahap: April, Juni, dan Agustus," jelasnya.
Adapun nilai bantuan untuk program BSPS tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp 20 juta per unit rumah. Rinciannya, Rp 17,5 juta digunakan untuk pembelian bahan bangunan, dan Rp 2,5 juta sisanya untuk biaya upah tukang.
Baca juga: Anggota DPRD Sampang Dukung Siswi MTs 1 Raih Prestasi Nasional
"Jadi, tidak seluruh dana dialokasikan untuk pembelian material bangunan," pungkas Rokib. (qom)
Editor : fadil