KLIKJATIM.Com | Surabaya - Jumlah pasien virus corona di Kota Surabaya yang dinyatakan sudah sembuh cukup besar yakni 51 orang. Angka kesembuhan itu lebih tinggi 6 persen dibanding angka kematian akibat covid-19. Angka tersebut berdasarkan data pemantauan yang dimiliki oleh Dinkes.
[irp]
Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026
Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga mencatat, selain pasien positif sembuh, total angka lepas pengawasan covid dari ODP dan PDP juga naik. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Ponco Nugroho menyebutkan, angka lepas pengawasan covid-19 itu meliputi 1.086 orang dalam pemantauan (ODP), 243 pasien dalam pengawasan (PDP).
Ia mengungkapkan, semua pasien yang telah sembuh tersebut, merupakan pasien rawat jalan dan rawat inap. Bagi pasien rawat jalan, Pemkot Surabaya telah memberikan perhatian melalui berbagai macam intervensi. Mulai dari permakanan sehari tiga kali, minuman tradisional pokak, telur rebus, vitamin, masker bahkan kebutuhan pribadi seperti sikat gigi, sisir, sabun mandi, shampo, piring, sendok pun juga menjadi perhatian tersendiri pemerintah.
Dikatakan, bahwa selama ini pemkot melakukan test rapid dan tes swab tidak hanya sekali saja. Misalkan salah satu pasien saat dilakukan rapid test hasilnya negatif, maka tidak berhenti sampai di situ. Seminggu setelah itu, dilakukan kembali rapid tes kedua. Hal ini juga berlaku ketika pasien itu dilakukan tes swab.
[irp]
"Sehingga meskipun hasil swab pertama negative, tapi kami ulang kembali tesnya 7-14 hari setelah tes pertama. Dan itu dilakukan semasif mungkin termasuk orang dalam resiko (ODR) dan orang tanpa gejala (OTG)," paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa warga yang berstatus sebagai ODR berjumlah 4.297 jiwa. Dari angka tersebut, warga yang telah selesai dipantau mencapai 4.054 jiwa. Artinya, yang sedang terpantau saat ini jumlahnya 243 jiwa. Sementara itu, jumlah warga yang statusnya sebagai OTG sebanyak 647 orang. Mereka terdiri dari 318 sudah selesai dipantau dengan 14 hari masa inkubasi. "Tinggal 329 yang sedang dalam pantauan," ungkapnya. (hen)
Editor : Redaksi