Haru di Tengah Hujan: Ibu dan Anak Mantap Peluk Islam di Kantor PCNU Sampang

klikjatim.com
KHIDMAT: Momen haru ibu dan anak memutuskan masuk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Rabu (14/5/2025).

KLIKJATIM.Com | Sampang – Suasana haru menyelimuti Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Rabu (14/5/2025), saat Agustin Soelistiyorini dan putrinya, Anggita Ayu Juniasari, mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam.

Keduanya merupakan warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, dan telah menetap di daerah tersebut selama 27 tahun. Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini mengaku memutuskan masuk Islam setelah melalui proses pencarian spiritual yang panjang dan mendalam.

Baca juga: Hapus Stigma dan Diskriminasi, Dinkes KB Sampang Targetkan Eliminasi TB dan Kusta pada 2030

Prosesi ikrar syahadat dipandu langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Sampang, disaksikan oleh jajaran pengurus PCNU, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) setempat.

Momen tersebut semakin khidmat ketika hujan perlahan turun membasahi halaman kantor PCNU. Banyak yang meyakini turunnya hujan sebagai tanda rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Anggita Ayu Juniasari menyampaikan bahwa niat menjadi mualaf telah lama tumbuh dalam hatinya, terinspirasi dari sang ayah yang lebih dulu memeluk Islam. Ia merasakan ketenangan batin sang ayah setiap menjalankan ibadah, yang kemudian membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat untuk mempelajari Islam lebih dalam.

Baca juga: Konsisten Berkinerja Sangat Baik, Bank Sampang Raih Penghargaan The Best Regional Champion 2026

“Saya merasa terdorong karena melihat Papa sangat tenang setiap beribadah. Dari situ muncul keinginan untuk belajar dan mengenal Islam,” ungkap Anggita.

Baca juga: Dampak Operasi Patuh Pajak, Minat Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan Meningkat
Sang ibu, Agustin Soelistiyorini, mengikuti langkah anak dan suaminya dengan penuh keyakinan.

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH Itqon Bushiri, mengaku terharu menyaksikan momen sakral tersebut. Ia menegaskan bahwa proses masuk Islam dilakukan atas kesadaran dan kehendak pribadi, tanpa paksaan dari pihak mana pun.

“Sebelum memulai ikrar syahadat, kami pastikan terlebih dahulu bahwa keputusan mereka benar-benar murni atas kemauan sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Polres Sampang Ringkus Spesialis Pencurian Meteran Listrik dan AC, Pelaku Beraksi di 12 Lokasi

KH Itqon juga menilai turunnya hujan saat prosesi berlangsung sebagai pertanda keberkahan. “Allah menurunkan hujan sebagai simbol barokah. Semoga ini menjadi awal kehidupan baru yang penuh kebaikan bagi mereka,” tambahnya.

Ia menyatakan bahwa PCNU Sampang akan terus memberikan bimbingan dan pendampingan keagamaan bagi para mualaf. “Seorang mualaf ibarat bayi yang baru lahir. Ia perlu pendampingan secara bertahap dan berkesinambungan agar dapat memahami Islam dengan utuh,” pungkasnya. (Fadzil/qom)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru