KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Di tengah menghadapi pandemi virus corona, bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sidoarjo memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan KUR, usaha UMKM bisa dikembangkan lebih maju.
[irp]
Baca juga: Anggota Komisi VII DPR BHS Soroti Tata Kelola SPPG Sidoarjo
"Banyak UMKM yang malah mendapatkan modal melalui pinjaman bank secara komersial, tidak berupa KUR. Padahal, saat ini pemerintah sudah menyiapkan dana KUR senilai Rp 190 triliun," kata Bambang Haryo saat mengunjungi sentra usaha konveksi di Desa Semambung Kecamatan Jabon.
Dikatakan, dana KUR harusnya bisa dinikmati oleh usaha di sentra konveksi seperti di Desa Semambung Kecamatan Jabon ini. Termasuk di seluruh wilayah Sidoarjo, UMKM harus bisa mendapatkan KUR. Dengan pinjaman komersial, pelaku UMKM bakal membayar bunga cukup besar jika dibandingkan dengan memanfaatkan KUR.
"Saya akan dorong BRI, bank Mandiri untuk mengambil alih peminjaman biasa menjadi KUR," tandas mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
[irp]
Selain mendorong UMKM bisa memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usahanya, BHS menegaskan, harus ada kemudahan perizinan bagi UMKM. Sebab produk UMKM banyak yang berkualitas tinggi. "Ini semestinya sudah harus ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Ini luar biasa," kata pengusaha sukses di bidang pelayaran ini.
Agar usaha konveksi tersebut terus berkembang, pemerintah perlu memfasilitasi pemasaran produknya. Kata BHS, jika dirinya diberi amanah sebagai Bupati Sidoarjo, bakal menyiapkan sentral market untuk produk-produk UMKM di Sidoarjo, termasuk produk usaha konveksi di Desa Semambung tersebut. "Sehingga produksinya lebih tinggi lagi," urai BHS.
Pemilik usaha konveksi Al Mubarok, Said Ridho mengaku dulunya banyak warga Desa Semambung memiliki usaha konveksi dan bordir. Namun kini sudah gulung tikar akibat kalang bersaing dengan konveksi dari Bandung Jawa Barat. "Kalau tidak diselingi membuat seragam, mungkin saya juga sudah gulung tikar," ungkap Said Ridho.
[irp]
Said mengakui selama ini memanfaatkan pinjaman komersial dari bank untuk mendukung usahanya dan belum memanfaatkan KUR. Hal itu karena faktor ketidaktahuan. Dengan kunjungan BHS tersebut, Said menyatakan menjadi motivasi untuk mengembangkan usahanya lebih maju. "Kami sekarang terdorong untuk terus mengembangkan usaha konveksi ini," kata Said. (hen)
Editor : Wahyudi