Diduga Dikeroyok Usai Tabrak Pesepeda, Pria Lansia di Sumenep Meninggal Dunia

klikjatim.com
Potret RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang berlokasi di Jalan Raya Doktor Cipto, Kolor, Kecamatan Kota, tampak dari arah depan. (M.Hendra.E/KLIKJATIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Seorang pria lanjut usia berinisial M (60), warga Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif akibat dugaan pengeroyokan usai terlibat kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Pantura, Desa Sergang.

Peristiwa ini terjadi pada Senin pagi, 21 April 2025. Menurut keterangan keluarga, M tengah dalam perjalanan menuju tempat kerja saat insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Ia diduga menyenggol seorang perempuan paruh baya yang sedang mengendarai sepeda ontel dan hendak menyeberang jalan.

Baca juga: Warga Batang Batang Daya Geruduk PLN Sumenep, Protes Kabel Listrik Melintas Lahan Tanpa Izin

“Sekitar pukul enam pagi kakek keluar rumah. Tak lama kemudian terjadi kecelakaan. Katanya, ibu-ibu itu menyeberang tanpa melihat kendaraan di belakang. Akhirnya tertabrak kakek saya,” kata cucu korban, Achmad Zainul Hasan Arobi, saat ditemui di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jumat (2/5/2025).

Usai insiden, M disebut menjadi sasaran kemarahan warga yang menuduhnya ceroboh. Dugaan aksi pengeroyokan menyebabkan M mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis.

Korban awalnya dirawat di Puskesmas Dasuk selama satu hari, lalu dirujuk ke RSUD Sumenep karena kondisinya terus menurun. Di sisi lain, perempuan yang ditabrak juga mengalami luka memar dan mendapat perawatan di Puskesmas Manding, serta pengobatan alternatif di Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Setelah tujuh hari menjalani perawatan, kondisi M tidak menunjukkan perbaikan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin dini hari, 28 April 2025, pukul 04.06 WIB.

Baca juga: Tambang Diduga Ilegal Marak di Sumenep, Pemkab Lempar Tanggung Jawab ke Pemprov
“Kata dokter, seharusnya kakek dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Tapi keluarga kami memilih agar beliau tetap dirawat di Sumenep,” ungkap Zainul.

Baca juga: Kades Pragaan Daya Sumenep Ditangkap, Diduga Korupsi ADD

Dari hasil pemeriksaan sementara, M mengalami cedera serius di bagian kepala yang diduga menyebabkan gegar otak.

“Telinganya mengeluarkan darah dan sempat muntah darah di lokasi kejadian. Tapi hasil autopsi lengkap belum keluar, masih proses,” tambahnya.

Merasa ada kejanggalan, keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Sumenep pada Kamis, 24 April 2025. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban dan sepeda milik perempuan yang ditabrak.

Baca juga: Bank BRI Sumenep Didemo PMII UNIJA, Dugaan Kredit SK Pensiun Dipersoalkan

Zainul menegaskan bahwa luka-luka yang dialami kakeknya tidak wajar jika hanya akibat kecelakaan tunggal. “Kalau hanya jatuh, wajah sebelah kiri tidak mungkin lebam parah. Apalagi setelah kejadian, kakek sempat sadar dan ditolong oleh keluarga kami sendiri,” katanya.

Ia berharap aparat penegak hukum bertindak objektif dan mengusut tuntas kasus ini. “Kami hanya ingin keadilan,” pungkas Zainul. (M. Hendra/qom)

Editor : Hendra

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru