KLIKJATIM.Com | Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (2/5). Dalam pidatonya, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk membangun sistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
“Pendidikan berkualitas harus dapat diakses siapa pun, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau geografis,” ujar Khofifah.
Baca juga: Guru Kompeten, Lulusan Berkualitas: MPM Honda Jatim Perkuat Pendidikan Vokasi melalui TSM Honda
Tema Hardiknas tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Jatim. Pendidikan yang inklusif, merata, serta relevan dengan perkembangan zaman menjadi prioritas pembangunan pendidikan di provinsi ini.
Khofifah menyampaikan, pada tahun 2025, Pemprov Jatim menjalankan program 1 Sekolah 1 Inovasi di tingkat SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Program ini ditargetkan menghasilkan total 4.090 inovasi pendidikan di seluruh Jawa Timur.
Meski demikian, Gubernur menekankan bahwa tantangan di sektor pendidikan masih besar. Oleh karena itu, kerja kolaboratif seluruh pihak—pemerintah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat—diperlukan untuk mewujudkan pendidikan bermutu secara menyeluruh.
Salah satu tantangan utama adalah daya tampung sekolah negeri yang masih terbatas. Dari 682.252 lulusan SMP tahun ini, hanya 261.396 yang dapat tertampung di SMA dan SMK negeri. Artinya, sekitar 61,69 persen lulusan harus mengakses pendidikan di sekolah swasta.
“Kami mengapresiasi satuan pendidikan swasta yang telah menyediakan beasiswa penuh dan biaya pendidikan yang terjangkau,” ucap Khofifah.
Untuk mendukung akses pendidikan, Pemprov Jatim menyiapkan paket kebijakan pendidikan senilai Rp126,236 miliar, meliputi:
Pembangunan dan rehabilitasi 34 SMA, 95 SMK, dan 30 SLB dengan anggaran Rp100,736 miliar.
Baca juga: Gubernur Khofifah Dinobatkan Sebagai Tokoh Ekonomi RegionalBantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta bagi calon siswa dari keluarga pra sejahtera yang tidak diterima di sekolah negeri, dengan kuota 150 siswa per kabupaten/kota (total Rp5,7 miliar).
Pengadaan alat praktik untuk 152 SMK dan 1 SLB dengan anggaran Rp19,8 miliar.
Sebagai pelengkap komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, Gubernur juga menegaskan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 akan dilakukan secara berintegritas dan objektif. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Baca juga: Konsumsi BBM Subsidi di Jatim Lampaui Kuota Harian
Dalam momentum Hardiknas ini, turut dilakukan berbagai penandatanganan penting, antara lain:
Kesepakatan Bersama (KSB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terkait pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM, termasuk pembelajaran kecerdasan artifisial di tingkat menengah.
Pernyataan Komitmen Bersama dari satuan pendidikan swasta jenjang SMA, SMK, dan SLB terkait pemberian beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau.
Gubernur juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan simbolis, antara lain:
Piagam daerah pelopor transformasi digital melalui program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Penghargaan bagi SMKN 12 Surabaya sebagai KSRG pertama di Indonesia.
Baca juga: Biadab, Ayah Kandung Hamili Putrinya Yang Berusia 17 Tahun di Surabaya
Bantuan 1.000 pasang sepatu untuk siswa dari keluarga pra sejahtera.
Kursi roda dari Global Village Foundation sebanyak 2.000 unit.
Penghargaan kepada Kacabdin yang berhasil menyelesaikan distribusi ijazah tertunda.
Penghargaan kepada guru, siswa, dan tenaga kependidikan berprestasi.
Upacara Hardiknas juga dimeriahkan penampilan tari kolosal dari SMKN 12 dan SDN Gabungan Surabaya, fashion show oleh siswa SMA, SMK, dan SLB, serta pertunjukan dari penyanyi Niken Salindri. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar