KLIKJATIM.Com | Merauke – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memastikan bahwa operasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh insiden kericuhan yang terjadi di area sekitar Pelabuhan Merauke pada Selasa malam, 9 April 2025.
Seluruh aktivitas bongkar muat dan layanan kepelabuhanan lainnya tetap berlangsung tanpa hambatan.
Baca juga: Logistik Papua Selatan Bergairah, Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5 Persen
Manajemen TPK Merauke bersama aparat keamanan bergerak cepat untuk mengamankan area pelabuhan dan memastikan kelancaran operasional. Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menegaskan bahwa kegiatan layanan berlangsung seperti biasa.
“Layanan operasional terminal tetap berjalan normal. Bahkan semalam, proses debarkasi penumpang KM Tatamailau sebanyak 416 orang berjalan lancar dan terkendali,” ungkapnya.
Baca juga: TTL Pecahkan Rekor Baru: Proses Ship to Ship Kapal Curah Tercapai Hanya dalam 34 MenitSebagai operator pelabuhan, SPTP senantiasa menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan operasional pelabuhan. Mengingat status pelabuhan sebagai objek vital nasional, upaya menjaga stabilitas dan keamanan menjadi prioritas utama.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
“Keamanan menjadi aspek yang sangat kami perhatikan agar para pengguna jasa merasa aman dan nyaman selama beraktivitas di pelabuhan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut menjaga situasi kondusif di Pelabuhan Merauke,” tambah Muhammad Rasul.
SPTP juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan prima serta mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
Perusahaan menyadari bahwa pelabuhan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang distribusi logistik dan perdagangan. Karena itu, potensi gangguan sekecil apa pun perlu diantisipasi melalui sinergi yang kuat antara operator pelabuhan, aparat keamanan, masyarakat, dan seluruh stakeholder. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar