KLIKJATIM.Com | Gresik – Perusahaan Wilmar Nabati Indonesia (WNI) turut berpartisipasi memberikan bantuan kepada warga terdampak virus corona (Covid-19). Salah satunya kepada warga Gresik di sekitar perusahaan Jl Kapten Darmo Sugondo No. 56, Jupuro, Indro, Kecamatan Gresik.
Proses pendistribusiannya pun dilakukan secara simbolis di Perusahaan Wilmar Gresik, Senin (20/4/2020). Di lapangan, pantauan klikjatim.com menyebutkan sebanyak 3 truk dan 1 mobil pick-up bertuliskan ‘Wilmar Peduli Covid-19’ telah siap mengangkut sembako untuk didistribusikan kepada masyarakat sekitar.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Direktur Wilmar Grup, Saronto menjelaskan, pemberian bantuan sembako ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).Total dana yang tersedia mencapai 1 juta dolar USA atau berkisar kurang lebih Rp 15 Miliar.
[irp]
Pemberian bantuan dilakukan di seluruh unit perusahaan Wilmar se Indonesia dan paling kuota besar adalah Gresik. "Hari ini, kami memberikan sumbangan produk Wilmar kepada masyarakat sebanyak 5 ribu paket sembako yang berisi beras, sabun, dan minyak goreng," katanya kepada awak media, Senin (20/4/2020).
Untuk sasaran warga terdampak antara lainnya di Kelurahan Sidorukun, Indro, dan Karangkiring. Lalu, pihaknya juga berkomitmen akan terus ikut membantu pemerintah dalam menangani Covid-19 ini.
Saat disinggung terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, PT WNI dipastikan bakal tetap produksi. Dan, hal tersebut sudah diizini. "Tetap kami diberi izin karena memproduksi bahan makanan, beras, tepung terigu," ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Saronto mengakui, kondisi sekarang telah mempengaruhi penurunan produksi hingga 20%. Karena mulai sepi order dari berbagai pelanggang seperti konsumen dari UMKM, Hotel, dan Restoran.
Namun produksi terkait kebutuhan masyarakat masih tetap optimal seperti bahan makanan dengan kisaran 70% sampai 80%. Dan, perusahaan juga menegaskan tidak ada pengurangan karyawan yang berjumlah sekitar 2 ribuan orang ini. Hanya saja ada pambagian shift agar lebih efisien.
[irp]
"Jadi jika sebelum Covid-19 sebanyak 1.200 sampai 1.400 ton produksi, sekarang turun 20% atau setara 1.000 ton produksi," tambahnya.
Selanjutnya, akibat pandemi Covid-19 juga diakui berpengaruh terhadap pasar ekspor yang sedang lesu. Karena banyak negara sudah menerapkan kebijakan lockdown. "Texturing yang dikirim ke Cina paling berdampak dengan mayoritas export 80 persen dan sekarang kita mengandalkan pasar domestik. Meski ada penurunan, tapi untuk produksi kebutuhan pokok tetap lancar untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Cina sudah mulai backup, kami terus mengikuti pasar," tambahnya.
Di lain pihak, Lurah Indro, Lilik Mujiat mengucapkan rasa terimahkasihnya kepada WNI yang ikut peduli dalam penanganan Covid-19. "Nanti (sembako) akan dibagikan kepada masyarakat. Meski tidak semuanya, tapi tetap bisa mencover semua warga karena banyak bantuan yang lain lagi," tuturnya. (nul)
Editor : Redaksi