PT Smelting: 29 Tahun Mempelopori Peleburan dan Pemurnian Tembaga di Indonesia

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan proyek ekspansi PT Smelting, penambahan kapasitas pemurnian konsentrat tembaga menjadi 1,3 juta ton per tahun, di Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (14/12/2023 (Dok/Setpres)

KLIKJATIM.Com | Gresik - PT Smelting yang berbasis di Kabupaten Gresik kini telah berusia 29 tahun pada 2025 ini. Selama itu, PT Smelting mempelopori peleburan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia.

Dilanair dari website PT Smelting, ptsmelting.com, pendirian perusahaan ini bermula pada tahun 1994, ketika PT Freeport Indonesia menggandeng Mitsubishi Materials Corporation (MMC) untuk membangun fasilitas peleburan dan pemurnian tembaga di Indonesia. Pembangunannya berlangsung dari 1996 hingga 1998, dengan kapasitas awal produksi 200.000 ton katoda tembaga per tahun.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan permintaan pasar, PT Smelting melakukan ekspansi sebanyak empat kali, yakni pada tahun 2004, 2006, 2009, dan 2023. Hal ini membuat kapasitas produksinya meningkat menjadi 1,3 jutaton pengolahan konsentrat tembaga per tahun, dan menghasilkan 342.000 ton katoda tembaga (tembaga murni) per tahun.

Pada 30 Juni 2024, kepemilikan mayoritas PT Smelting resmi beralih dari Mitsubishi Materials Corporation ke PT Freeport Indonesia.

Teknologi Produksi dan Keunggulan Operasional

PT Smelting mengadopsi dua teknologi utama dalam operasionalnya:

1. Teknologi Mitsubishi untuk proses peleburan tembaga. Teknologi ini dikenal efisien, ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan tembaga anoda berkualitas tinggi dengan emisi rendah dan konsentrasi SO₂ yang lebih tinggi dalam gas buang.

2. Teknologi ISA untuk proses pemurnian, yang memungkinkan produksi katoda tembaga berkualitas 99,99% (LME Grade A) dengan waktu operasi yang tinggi, efisiensi tenaga kerja, serta biaya produksi yang rendah.

Selain menghasilkan tembaga murni, PT Smelting juga memproduksi beberapa produk sampingan, seperti asam sulfat, terak tembaga, gypsum, lendir anoda, dan tembaga telurida. Produk-produk ini memiliki nilai ekonomis dan dipasarkan baik di dalam negeri maupun internasional.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada lingkungan, PT Smelting menerapkan standar ketat agar limbah yang dihasilkan tidak melampaui ambang batas yang ditentukan, sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.

Baca juga: PT Smelting Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-29
Visi, Sertifikasi, dan Penghargaan

PT Smelting memiliki visi untuk menjadi pabrik peleburan dan pemurnian tembaga terbaik di dunia yang beroperasi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk mendukung visi tersebut, perusahaan telah meraih berbagai sertifikasi dan penghargaan, di antaranya:

ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu)

ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan)

PROPER Hijau

Penghargaan Industri Hijau

Juara 2 Penghargaan Efisiensi Energi Nasional

Selain itu, PT Smelting menerapkan konsep 5S untuk meningkatkan produktivitas dan Kaizen sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Selain menghasilkan nilai tambah bagi komoditas tembaga di Indonesia, PT Smelting juga melaksanakan tanggung jawab sosialnya, PT Smelting aktif dalam berbagai program Community Development, meliputi:

Kesehatan (dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar)

Pendidikan (program beasiswa dan pengembangan sekolah)

Pembangunan infrastruktur lingkungan

Konservasi keanekaragaman hayati

Kewirausahaan (pelatihan dan pendampingan usaha)

Keagamaan (dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan)

Dengan berbagai pencapaian dan kontribusinya, PT Smelting terus berupaya menjadi pemimpin industri peleburan dan pemurnian tembaga yang tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru