Konsolidasi PKB Gresik: Persiapan Menatap Pemilu 2029 dan Memenangkan Kursi Eksekutif 

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Suasana konsolidasi kader PKB Gresik di salah satu hotel (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik menggelar konsolidasi dengan mengumpulkan seluruh struktur Dewan Syuro dan Tanfidz Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik, Jumat, 3 Januari 2025.

Konsolidasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq, dan Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi, serta seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Gresik.

Baca juga: Sekam Padi Asal Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah

Ketua DPC PKB Gresik, Much Abdul Qodir, menjelaskan bahwa tujuan utama konsolidasi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja politik selama tahun 2024 serta merumuskan agenda dan program konsolidasi partai pada tahun ini.

"Walaupun tahun politik masih jauh, yaitu pada 2029 dengan adanya pemilu dan pilkada serentak, kami tidak tinggal diam. Kami memanfaatkan waktu ini untuk konsolidasi, membangun kekuatan, dan memperkuat kaderisasi partai," ujar Qodir.

Qodir menambahkan, meski PKB berhasil memenangkan pemilu legislatif, posisi pucuk pimpinan eksekutif (Bupati) di Gresik masih belum diduduki oleh kader PKB.

"Tentu kami ingin Bupati Gresik yang akan datang berasal dari kader PKB," tegas Qodir.

Baca juga: PKB Terapkan Seleksi Ketat Ketua DPC, 800 Kandidat Ikuti UKK Berlapis

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Jazilul Fawaid, mengungkapkan bahwa PKB hingga saat ini merupakan pilar utama dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Fraksi PKB DPRD Gresik Soroti Mutasi di OPD Penghasil, Dikhawatirkan Mengganggu Perolehan Pendapatan
Para kader PKB yang duduk di parlemen di semua tingkatannya berkomitmen untuk memperjuangkan kelangsungan madrasah, pondok pesantren, dan unit pendidikan keagamaan lainnya.

"Oleh karena itu, kita perlu memenangkan kursi eksekutif, baik Gubernur, Bupati/Wali Kota, bahkan Presiden agar program yang berpihak kepada rakyat bisa lebih optimal, karena yang punya uang itu eksekutif," kata Jazil.

Jazil juga mengakui bahwa kelemahan PKB saat ini, khususnya di Gresik, terletak pada kepemimpinan eksekutif. Oleh karena itu, program kaderisasi yang berkelanjutan harus memfokuskan pada pencapaian kursi pucuk pimpinan eksekutif.

Baca juga: Hari Fraksi Perdana, PKB DPRD Gresik Tampung Keluhan Warga soal Fasum Perumahan dan Tata Kelola Desa

"Orientasi kita harus diarahkan ke sana, agar kita memiliki Bupati dan Gubernur di 2029," tegas Jazil.

Jazil mengingatkan agar PKB Gresik memaksimalkan kinerja anggota DPRD Gresik, yang memiliki jumlah terbanyak dengan 14 kursi. Diharapkan, ke-14 anggota DPRD ini dapat bekerja keras untuk mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Gresik agar sejalan dengan perjuangan PKB dalam memperjuangkan dakwah, pendidikan madrasah, pesantren, serta kesejahteraan masyarakat.

"Dan tentunya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat," tutup Jazil. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru