Ibu Hamil Korban Banjir di Jember Melahirkan Setelah Dievakuasi Relawan ke Puskesmas Curahnongko

klikjatim.com
Ibu melahirkan setelah dievakuasi dari musibah banjir (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember - Banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan pada Minggu (22/12/2024) kemarin, turut menyebabkan dampak besar bagi ribuan warga. Di antara korban, ada seorang ibu hamil yang harus dievakuasi oleh relawan dari rumahnya yang terendam banjir.

Ibu tersebut, Siti Novita Ningrum (33), warga Dusun Curahlele RT 7 RW 5 Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember, berhasil dievakuasi dan melahirkan secara normal di Puskesmas Curahnongko setelah diterjang banjir.

Baca juga: DPRD Jember Minta Sosialisasi SPMB SMA/SMK Lebih Masif Lewat Kegiatan Sekolah

“Kemarin malam, saat kami melakukan evakuasi, ada seorang ibu hamil tua yang awalnya menolak untuk dievakuasi,” kata Kepala BPBD Jember Widodo Juliyanto. “Namun, setelah kami kembali ke Posko Banjir di Balai Desa Wonoasri, kami menerima informasi dari bidan setempat bahwa ibu tersebut mengalami kram. Kami kembali ke lokasi dan akhirnya berhasil memaksa untuk mengevakuasi ibu tersebut,” tambah Widodo.

Widodo menjelaskan bahwa kondisi kesehatan ibu hamil tersebut saat dievakuasi cukup stabil, dengan tekanan darah normal. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Curahnongko untuk penanganan lebih lanjut. “Informasi dari petugas medis yang mengevakuasi, ibu tersebut sudah mengalami pembukaan 4 hingga 5 cm,” lanjut Widodo.

Kepala TU Puskesmas Curahnongko, Ika Retna Wijayanti, menyampaikan bahwa ibu tersebut melahirkan dengan normal pada pukul 05.05 WIB. "Alhamdulillah, ibu tersebut melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,68 kg dan panjang 48 cm. Bayinya langsung menangis dan bergerak aktif," ungkap Ika.

Baca juga: Libur Sekolah Tiba, Tiket Kereta Api di Daop 9 Jember Ludes Terjual Lebih dari 118 Ribu

Awalnya, Ika menjelaskan, proses persalinan ibu tersebut sempat terhambat karena pembukaan serviks yang lambat. “Saat kami mempersiapkan untuk merujuknya ke rumah sakit, pembukaan serviks tiba-tiba lengkap dan ibu tersebut langsung melahirkan,” jelas Ika.

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, 7 Desa di Jember Terendam Banjir, 5.000 Warga Terdampak dan 131 Mengungsi
Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi tim relawan dan medis. Ika menambahkan, relawan telah berusaha mengimbau agar ibu hamil tersebut segera dievakuasi, bahkan sempat dipaksa, namun ibu tersebut tetap enggan. “Akhirnya, setelah mengalami kontraksi malam itu, ibu tersebut berhasil melahirkan dengan selamat, bersama bayinya,” ujarnya.

Sementara itu, Widodo melaporkan bahwa banjir di wilayah Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan mulai surut. “Hari ini kami melakukan asesmen, dan banjir di Desa Sanenrejo, Curah Takir, Andongrejo, dan Sidodadi sudah surut,” jelas Widodo. “Namun, genangan masih ada di Dusun Kraton, yang sering kali terendam karena topografi wilayahnya,” tambahnya.

Baca juga: Suami Diduga Depresi, Ibu Tiga Anak dan Saudara Difabel di Jember Jadi Korban KDRT

Widodo juga menyebutkan bahwa ketinggian air yang merendam beberapa desa di Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan mencapai sekitar satu meter. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah warga terdampak banjir bertambah menjadi 2.248 KK (7.331 jiwa).

Banjir disebabkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang sejak pukul 09.30 WIB, yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan rumah rusak. Hingga malam hari, sebanyak 131 warga mengungsi di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. (qom)

Editor : Muhammad Hatta

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru