KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Hujan di beberapa kabupaten di Jawa Timur cukup tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dengan adanya hujan yang tinggi, air di Bengawan Solo juga mengalami peningkatan volume. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mencatat ada 4 dari 15 kecamatan yang rawan berpotensi tinggi terdampak luapan air Bengawan Solo.
"Hasil pemetaan yang kami lakukan menunjukkan, sebanyak 88 desa yang tersebar pada 15 kecamatan masuk kategori rawan terdampak luapan air Sungai Bengawan Solo. Lalu, Empat kecamatan di antaranya masuk kategori potensi tinggi hingga paling tinggi, yakni Kecamatan Trucuk kategori potensi tinggi, dan kategori paling tinggi pada Kecamatan Malo, Kalitidu, serta Kanor," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Lela Noer Aeny Selasa (17/12/2024).
Baca juga: Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
Kemudian BPBD juga mencatat ada 55 desa yang tersebar di 14 kecamatan terdata berpotensi terdampak banjir bandang, yakni Kecamatan Kedewan, Kasiman, Malo, Sekar, Ngambon, Gondang, Temayang, Bubulan, Sukosewu, Dander, Balen, Ngasem, Kapas, dan Ngraho.
"Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang, Sukosewu, dan Malo masuk kategori potensi paling tinggi," imbuhnya.
Perempuan yang pernah menjabat sebagai Camat Kepohbaru itu mengatakan, untuk debit air sungai Bengawan Solo diperkirakan terus mengalami kenaikan, terlebih jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu, ditambah lagi jika anak sungai dalam kondisi penuh dan meluber.
Baca juga: Ratusan ASN Bojonegoro Ajukan Cuti Haji 2026
"Hari ini berpotensi siaga merah jika di wilayah hulu terjadi curah hujan sangat tinggi," ucapnya.
Pihaknya juga sudah melakukan monitoring terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak banjir tersebut guna menentukan jalur evakuasi hingga titik kumpul jika terjadi banjir. "Sudah kami monitoring untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul jika terjadi bencana," pungkas Aeny sapaan akrabnya.
Baca juga: Langgar Aturan, Pertamina Putus Hubungan Usaha 7 Pangkalan LPG 3 Kg di Jatimbalinus
Perlu diketahui, untuk Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro sudah siaga kuning, tinggi muka air per Selasa (17/12/2024) pukul 12.00 berada di angka 13,79 meter dengan tren naik. Status siaga kuning itu sudah berlangsung sejak Senin (16/12/2024) malam hingga Selasa (17/12/2024) siang, tinggi muka air masih bertahan di posisi yang sama. (gin)
Editor : M Nur Afifullah