Curah Hujan Tinggi, Perum Jasa Tirta Lakukan Pengendalian Fungsi Bendung Gerak Bojonegoro

klikjatim.com
Perum Jasa Tirta saat lakukan pengecekan Bendung Gerak Bojonegoro (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Curah hujan sangat tinggi di Kabupaten Bojonegoro, untuk itu, Perum Jasa Tirta sebagai operator Bendung Gerak melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan fungsi Bendung Gerak sebagai pengendali banjir. Hal tersebut disampaikan oleh Agung Wicaksono selaku Kepala Sub Divisi Operasional Sumber Daya Air, Bengawan Solo II, Perum Jasa Tirta I.

"Bendung gerak ini adalah sebagai pengatur debit air yang ada di Bengawan Solo," ujarnya saat sidak di Bendung Gerak, Senin (16/12/2024).

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi datangnya debit air di bagian hulu yang meningkat ada beberapa perbaikan dan pengecekan yang dilakukan, yaitu pengecekan alat indikator panel jarak jauh, perbaikan stop lock pintu air satu sampai sembilan dan pengecatan hos pintu air nomor 1 sampai 9 untuk mengurangi korosi.

"Perbaikan ini akan mengembalikan fungsional pintu Bendung Gerak yang berlokasi di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu kami juga melakukan pengecek alat detektor dini yaitu alat pengukur debit air, untuk mengukur ketinggian air sebelum masuk ke hulu Bendung Gerak,” katanya.

Dikatakan, di musim penghujan ini Perum Jasa Tirta akan melakukan beberapa kegiatan, seperti kesiapsiagaan untuk mendeteksi diri melalui stasiun pengukur air atau ketinggian air. Di mana  lokasi tersebut berada di Karangbinangun, Laren, Karanggeneng Lamongan, Babat, Kali Ketek, Padangan serta Kali Lamong.

Baca juga: Polres Bojonegoro Beri Pemahaman Pelajar Melek Teknologi Digital

"Sehingga dengan adanya kegiatan ini bisa mengantisipasi lubernya debit air di Bengawan Solo," ungkapnya.

Ia menambahkan, Perum Jasa Tirta juga melakukan pengembalian daya tampung bendungan gerak, yang awalnya mencapai 13 juta meter kubik (m³) kini berkurang daya tampungnya, karena adanya sedimentasi di dasar permukaan air.

Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah

“Untuk mengantisipasi bertambahnya sedimentasi, kami lakukan pembukaan seluruh pintu air untuk memberi ruang debit air menuju hilir, dan perbaikan fungsi Bendung Gerak di perkirakan akan selesai pada tanggal 20 Desember 2024 mendatang dengan upaya ini, semoga memberi dampak baik bagi masyarakat untuk antisipasi banjir,” pungkasnya. (gin)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru