Acara serah terima dilaksanakan di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro yang dihadiri oleh Pj. Bupati Bojonegoro, Sekjen Kemenkes RI beserta jajaran, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya beserta jajaran, dan Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Bojonegoro.
Prodi D III Kebidanan Bojonegoro merupakan salah satu hasil merger Akademi Kebidanan (Akbid) Bojonegoro dengan Poltekkes Kemenkes Surabaya sejak 2018. Eks Akbid Bojonegoro yang berdiri sejak 1998 berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI melalui Depkes, kini telah resmi beralih status sebagai Poltekkes Kemenkes Surabaya yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri.
Baca juga: Investor Keluhkan Lambannya Perizinan PBG di Bojonegoro, DPRD Desak Pemkab Benahi Pelayanan
Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha menerangkan bahwa, kegiatan ini selain bertujuan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, juga berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan dan SDM di Kab. Bojonegoro.
Kemenkes RI memiliki program Primary Health Care (PHC) yaitu melibatkan Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes hingga Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu sebagai media mengampanyekan pola hidup sehat melalui metode peningkatan kualitas Kesehatan dan Tindakan pencegahan terjadinya masalah Kesehatan.
“Tujuan besar kita adalah meningkatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, dan dengan hadirnya Poltekkes Kemenkes Surabaya yang berada di Bojonegoro, harapannya mencetak tenaga Kesehatan yang dapat mensukseskan program PHC.
Setelah penyerahan sertifikat ini, ke depan kita akan menambah sarana dan prasarana Pendidikan, serta menambah jumlah Prodi yang ada, seperti Keperawatan, Psikolog, Ahli Gizi dan prodi lain,” Ungkap Sekjend Kemenkes RI.
Kunta Wibaya juga berharap lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya mampu menjadi tenaga Kesehatan yang mengisi tiap-tiap instansi layanan Kesehatan di Kab. Bojonegoro, serta turun langsung menjadi penggerak pola hidup sehat di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu, Pj. Bupati Bojonegoro menyampaikan, komitmen Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan Kesehatan Masyarakat cukup tinggi, selain dengan program UHC, Pemkab juga menambah jumlah layanan Kesehatan Masyarakat.
Baca juga: Kemenag Bojonegoro Tunggu Tambahan Dana, Sertifikasi Guru PPPK PAI Belum Bisa Dicairkan
Selain itu, sarana dan peralatan pendukung serah terima aset Eks Akbid Bojonegoro kepada Kemenkes RI, terjalin sinergitas dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat. "Selain itu, berkembangnya kualitas Pendidikan di suatu wilayah akan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (gin)
Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional
Editor : M Nur Afifullah