KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Dua orang begal beraksi di Jl KH Mas'ud dan berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 20 juta. Uang milik Afrilia Solikha dirampas pelaku saat korban bersama suaminya Muhammad Taufik, berboncengan naik sepeda motor Honda Scoopy baru pulang dari kantor notaris.
[irp]
Baca juga: Berkendara Aman dengan Merawat Motor Kesayangan
Menurut pengakuan korban, sekitar pukul 12.00 dia dan temannya menuju ke salah satu bank di Jl A. Yani, Kota SIdoarjo untuk menabung uang ke dalam rekening. Sampai di jalan KH Ali Mas'ud, dua pelaku menguntit Afrilia dan temannya. Sekilas, penjahat mengendarai Honda Vario namun korban tak ingat nopol motor tersebut.
Ketika melintas Jl KH Ali Mas'ud sepi dan tidak ada pengendara lain yang lewat. Momen itu dimanfaatkan pelaku dengan memepet kendaraan korban. Saat kendaraan sejajar, tiba-tiba, Afrilia dan temannya dipepet pelaku. Pelaku yang ada di belakang menendang motor korban hingga jatuh tersungkur.
Baca juga: Gudang di Sidoarjo Terbakar, Lima Ekor Ternak Jadi Kambing Guling
[irp]
Salah satu pelaku lantas turun dari motor dan merampas tas berisi uang Rp 20 juta. Usai merampas tas berisi uang tersebut, pelaku langsung kabur tancap gas. Usai kejadian, Afrilia dan temannya melapor ke polsek Sidoarjo kota. Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Supiyan membenarkan kejadian perampasan tas tersebut. Pihaknya sudah mengerahkan anggota. Supiyan menuturkan, kejadian itu menjadi perhatian karena korban mengalami tindakan kekerasan. "Sesuai perintah Kapolresta Sidoarjo, bandit nekat ditembak di tempat," ucapnya.
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi
Terpisah, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menyiapkan sejumlah solusi untuk menekan kejadian menonjol. Ada dua kebijakan yang ditetapkan. Pertama yaitu mengaktifkan kembali kring serse. Program reaksi cepat reserse. "Untuk menangkal kejahatan curat, curas, curanmor," paparnya. (hen)
Editor : Redaksi