KLIKJATIM.Com | Tuban – Komisi I DPRD Tuban mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat - Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) untuk membahas progres pekerjaan proyek yang telah dianggarkan tahun ini. Tujuannya agar tak ada proyek infrastruktur publik yang molor.
Pemanggilan ini dilaksanakan pada hari Senin 15 Juli 2024 dan dihadiri oleh Kepala Bidang Bina Marga, Bidang Sumberdaya Pengairan, dan bidang Cipta Karya dari Dinas PUPR-PRKP di ruang rapat Komisi I DPRD Tuban.
Baca juga: Puluhan Motor Terjaring Razia Balap Liar Polres Tuban
Ketua Komisi I DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, mengkritisi beberapa proyek di Tuban yang hingga saat ini, masih belum masuk proses lelang. Padahal, saat ini telah masuk triwulan tiga. Ia pun meminta agar PUPR-PRKP menyediakan data lengkap proyek mana saja yang telah selesai dan belum dikerjakan.
“Kami mohon diberi data tersebut, jadi tau mana yang masih dalam pengerjaan, mana yang belum, dan mana yang akan dikerjakan,” ujar Roni.
Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, meminta data progres hingga saat ini dan akan kembali menjadwalkan rapat serupa dalam satu minggu kedepan.
“Agar bisa sama-sama mengawasi, dan yang dikhawatirkan tidak terjadi,” imbuhnya.
Selain Roni Anggota Komisi I DPRD Tuban lainnya Mukaffi Makki menganggap perlu untuk memanggil Dinas PUPR-PRKP sebagai leading sektor. Menurutnya, pengerjaan beberapa proyek pembangunan fisik masih terjadi keterlambatan.
“Banyak yang selesainya terlambat,” ucap Mukaffi Makki.
Baca juga: Safari Ramadan SIG Group: Menebar Kebaikan dan Bantuan di Delapan Provinsi
Lanjut mukaffi, menurutnya hal tersebut terjadi lantaran kurangnya sumber daya pendukung, seperti jumlah pekerja dengan beban kerja yang kurang ideal.
Sementara itu, Basdi, Kepala Bidang Bidang Bina Marga menyampaikan bahwa di bidangnya pada tahun ini terdapat 137 kegiatan.
“Dalam bidang kami saat ini ada 137 kegiatan,” imbuhnya.
Selanjutnya, Aizah Tis Inawati kepala Bidang Cipta Karya juga menimpali bahwa terdapat proyek drainase sejumlah 43 paket di bidangnya dan tiga proyek dinyatakan batal karena overlapping dengan pengerjaan dari balai besar jalan nasional. Dan untuk paket pengerjaan air bersih terdapat 13 paket, dan 14 lokasi untuk sanitasi.
Baca juga: Anak di Tuban Aniaya Ayah dan Adik, Dipicu Uang Rp20 Ribu
“Kami ada 43 paket di bidangnya, tiga diantaranya batal,” ujarnya.
Sementara pada Bidang Sumber Daya Air, Ichwan selaku kepala bidang menyampaikan bahwa terdapat 108 paket, dengan rincian 33 proyek sudah dilelang, dan 11 diantaranya sudah proses kontrak.
“Kami terdapat 108 paket, 33 sudah dilelang, 11 proses kontrak,” ujarnya. (qom)
Editor : Muhammad Nurkholis