Jasa Bakar Kepala Sapi dan Kambing di Bojonegoro Laris Manis

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Momen Hari Raya Idul Adha 1445 H, membuat jasa bakar kepala sapi dan kambing di Pasar Kota Bojonegoro kecipratan berkah. Jasa pembakaran atau pembersihan bulu kepala dan kaki sapi itu nampak ramai dikunjungi para warga.

Pantauan di Pasar Kota Bojonegoro, warga silih berganti membawa kaki dan kepala sapi hingga kambing usai disembelih, untuk dibersihkan bulu-bulunya di penyedia jasa pembakaran kepala dan kaki hewan kurban milik Distan.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL

Tak sendirian, dalam proses pembersihan hingga memotongi tulang itu, Distan dibantu keluarganya. Pasalnya, dalam mengolah kepala dan kaki hewan kurban itu, membutuhkan waktu dan pengolahan yang cukup rumit, sehingga membuat warga juga harus mengantre.

Distan mengungkapkan, proses pembersihan bulu kaki maupun kepala sapi dan kambing memang cukup rumit, menyita waktu dan tenaga. Kondisi ini membuat banyak warga yang ingin mengolahnya sendiri, akhirnya menggunakan jasa pembakaran ini, meski harus merogoh saku untuk mengganti jasa pembakaran tersebut.

“Ya, alhamdulillah di hari pertama (Idul Adha) ini, ramai sekali,” ungkap Distan, ditemui di sela-sela memotongi kaki yang usai dibakar.

Berbekal blower, pisau dan kain, para penyedia jasa ini membersihkan bulu hewan kurban yang menempel di kaki dan kepala. Proses pembersihan membutuhkan waktu antara 30 menit sampai satu jam.

Selama momen Idul Adha, dalam sehari penyedia jasa bakar kepala hewan ini mampu melayani puluhan kaki dan kepala hewan, baik sapi maupun kambing. Sementara biaya untuk pembakaran kepala sapi dipatok harga Rp70 ribu, sedangkan kambing Rp25 ribu.

“Kalau kaki kambing Rp10 ribu, kaki sapi Rp15 ribu,” bebernya.

Baca juga: Polres Bojonegoro Beri Pemahaman Pelajar Melek Teknologi Digital

Distan menjelaskan, kondisi ramai ini biasanya terjadi hingga hari ke tiga Idul Adha. Setelah itu, kembali normal seperti biasa.

"Ramainya biasanya sampai hari ke tiga kurban mas, setelah itu ya tidak ada lagi. Ini istilahnya kan, kerja musiman," pungkasnya. (gin)

Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru