Beredar Video Penolakan Jenazah Covid-19 di Pasuruan

klikjatim.com
Tampak kerumunan warga sedang mendapat penjelasan dari petugas seperti dalam cuplikan video penolakan jenazah positif covid-19. (klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Masyarakat di Pasuruan mendadak dihebohkan dengan beredarnya video penolakan, terhadap jenazah diduga positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona. Video itu beredar melalui pesan aplikasi WhatsApp (WA) hingga sampai kepada klikjatim.com pada Jumat (10/4/2020) malam.

Dalam video berdurasi 1 menit, 18 detik itu tampak terjadi penolakan saat jenazah hendak dimakamkan. Lokasinya pemakaman diduga berada di kawasan Kota Pasuruan.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Tampak jelas dalam video tersebut, Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo serta jajaran TNI-Polri. Sebelum akhirnya dikasih penjelasan oleh pihak-pihak terkait agar masyarakat tetap tenang, dalam video tersebut sempat memperlihatkan suasana bersitegang atas penolakan jenazah untuk dikuburkan di kawasan tempat tinggal mereka.

[irp]

"Itu bukan warga Pasuruan," teriak salah seorang warga di antara kerumunan massa yang terlihat memakai masker tersebut.

Informasi yang dihimpun klikjatim.com menyebutkan, bahwa sosok jenazah dalam video yang ditolak warga itu merupakan pasien positif corona Kota Pasuruan asal DKI Jakarta. Setelah mendapat penjelasan dari petugas, akhirnya jenazah tersebut bisa diterima dan dimakamkan di wilayah Kecamatan Gadingrejo.

Baca juga: Gubernur Jatim Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Infus Untuk Rumah Sakit Tercukupi

"Tiga kali (kuburan) kita gali keluar air dan sudah ke empat kali kita gali. Kalau ditolak, jenazah ini mau dimakamkan kemana," ucap seorang petugas dalam video tersebut.

[irp]

Saat dikonfirmasi terpisah, AKP Hendy P, Kasubbag Humas Polresta Pasuruan membenarkan adanya peristiwa penolakan itu. Namun setelah masyarakat dijelaskan akhirnya bisa menerima pemakaman tersebut.

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

"Iya, setelah mendapat penjelasan dari petugas akhirnya masyarakat bisa menerima untuk dimakamkan di situ," jelasnya.

Perlu diketahui, update data per 10 April 2020 menyebutkan dua pasien positif corona di Kota Pasuruan. Satu di antaranya telah meninggal. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru