KLIKJATIM.Com | Tuban – Ternyata dalam satu bulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban harus mengeluarkan uang sebesar Rp2 miliar untuk pembayaran tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang PJU, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Slamet Hariyanto bahwa, dalam perbulannya tagihan listrik untuk PJU rata-rata mencapai Rp2,2 miliar.
"Satu bulan hampir Rp2,2 miliar," ujarnya Sabtu 8 Juni 2024.
Baca juga: Serempetan Motor, Pemuda Tuban Kepruk Tetangga dengan Batu
Lebih lanjut Slamet menjelaskan, pembayaran tersebut tak hanya untuk PJU saja juga ditambah dengan tagihan lampu di Alun-alun Tuban, air mancur, dan GOR. Kemudian, beberapa lampu taman.
Baca juga: Pemkab Tuban Sebut Pembelian Elpiji 3 Kilogram dengan KTP Dapat Mencegah Kelangkaan
Sedangkan untuk total PJU berada di Kabupaten Tuban total ada 13.175 titik. Dan akan bertambah sebab pada tahun 2024 direncanakan penambahan sebanyak 2.010 titik.
Baca juga: ABK Terjatuh di Perairan PLTU Tuban, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
"Tahun ini ada rencana penambahan hingga 2.010 titik," imbuhnya.
Hal tersebut lantaran adanya program Pelas Pedes (Penerangan Lampu Jalan Sampai Pelosok Desa) yang dicanangkan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.
Kemudian untuk, sistem tagihan listrik ini ada 2 sistem yaitu menerapkan abonemen (daya langganan), sebagian yang lain berdasarkan pemakaian atau meterisasi.
Baca juga: Pembalakan Hutan Jatirogo Diamankan Babinsa dan KPH Tuban
"Ada 2 sistem tagihan daya langganan yang mana nantinya dipakai atau tidak maka tagihannya tetap, ada juga yang tergantung pemakaian," bebernya. (qom)
Editor : Muhammad Nurkholis