KLIKJATIM.Com | Gresik - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik menggelar dialog publik dengan tema Tantangan Kepemimpinan Daerah dalam launching pembukaan penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2024-2029, Minggu 28 April 2024.
Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir berkata, sesuai dengan instruksi DPP PKB, agar Pilkada tidak hanya sebatas momentum Pesta Demokrasi saja, namun lebih jauh PKB ingin menghadirkan Tokoh-tokoh terbaik untuk membawa Perubahan di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Icon Mall Gresik Gandeng PMI Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah
Dialog ini dimaksudkan untuk melibatkan rumpun (konstituen) politik yang selama ini menjadi kekuatan PKB dalam rekrutmen kepemimpinan melalui mekanisme partai.
''PKB melihat banyaknya Problem di Kabupaten Gresik contohnya serapan tenaga Kerja, kami di DPRD telah menginisiasi perda-perda yang berhubungan dengan Investasi dan Ketenagakerjaan. Tinggal eksekusinya yang menjadi ranah eksekutif," kata Qodir.
Karena itu penting bagi PKB menjaring tokoh yang akan maju pada pilkada serentak 2024 untuk mengatasi problematika rakyat tersebut di bidang-bidang lain seperti pendidikan, kesehatan dan pangan.
"Pada level pileg kemarin, syukur atas capaian PKB pada pileg 2024 yang mampu menambah suara dan kursi, sebagai modal dalam pilkada untuk melahirkan pemimpin yang kompeten," imbuh Qodir.
Qodir menyampaikan, Dialog serupa akan berlanjut ke seluruh wilayah kecamatan untuk membicarakan hal-hal yang dibutuhkan Masyarakat, hingga penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati ditutup seminggu sebelum pendaftaran ke KPU.
"Hasilnya segala bentuk aspirasi akan menjadi rekomendasi yang dititipkan kepada kader terbaik yang mendapat rekomendasi dari PKB dalam pilkada serentak 2024," katanya.
Baca juga: PKB Gresik Usulkan Lima Calon Ketua DPRD ke DPP, Berikut Nama-namanyaSalah satu narasumber, Guru Besar Politik Islam UIN Sunan Ampel Prof. Dr. Abdul Chalik mengetengahkan, PKB harus berani mengambil peran politik yang lebih menentukan di Kabupaten Gresik, karena setiap pemilu legislatif selalu menjuarai perolehan kursi DPRD.
Baca juga: Diduga Curi Uang Rp380 Ribu di Toko Kelontong, Pria di Driyorejo Gresik Diamankan Polisi
"PKB di Gresik di luar jamaknya Parpol Pemenang Pemilu, harusnya tidak membuka pendaftaran. tapi reorientasi (Dialog) ini menarik, karena PKB sangat kompromistis dg membuka Pendaftaran Cakada," tutur Professor Abdul Chalik.
Dikatakan, dengan posisinya sebagai pemenang pileg, variabel logistik politik tidak menjadi pertimbangan utama dalam menentukan calon yang akan diusung.
"Namun itu menjadi tantangan setiap partai politik dalam proses kandidasi kepemimpinan," tegas Chalik.
Sementara itu, Alimin Al-ayyubi, mantan ketua KPU Gresik sekaligus akademisi menggarisbawahi, pentingnya mendialogkan masalah-masalah kerakyatan dalam setiap kandidasi kepemimpinan, terutama calon kepala daerah.
Baca juga: Pesta Merdeka Green Garden Regency, Tawarkan Bonus Furniture Rp17 Juta Tanpa Diundi
"Sehingga timbul suatu komunikasi berdasarkan aspirasi riil, problem - Problem rakyat menjadi topi utama, bukan sekedar deal-deal politik saja," tegas Alimin.
Nah, senada dengan Alimin, Mantan Ketua DPRD sekaligus mantan Ketua DPC PKB Gresik Ahmad Nadlir menyebutkan, pilihan Gresik sebagai Kota Industri mengharuskan para pemangku kebijakan untuk memilih secara tepat Besarnya Investasi dibarengi dengan terdongkraknya potensi pengusaha lokal yang ikut menjadi bagian dari pelaku usaha yang besar investasinya tadi.
"Konkritnya, bagaimana PKB mengusung orang yang bisa membuat orang Gresik Mandiri lagi di segi ekonomi," tutupnya (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar