KLIKJATIM.Com | Gresik - Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad mendesak Pemkab Gresik memprioritaskan pembayaran Bantuan Operasional Daerah (Bosda) tahun ini. Hal ini disampaikan agar kegagalan pembayaran pagu BOSDA tidak terulang kembali seperti tahun anggaran 2023.
Mochammad cukup menyayangkan, Bosda tahun kemarin tidak dibayar separuh, sehingga hangus.
"Bosda kan bukan termasuk piutang daerah, jadi kalau tidak dibayar tahun berjalan ya hangus, meski pagunya ada," ujar dia.
Dia menekankan, anggaran Bosda masih sangat dibutuhkan saat ini oleh sekolah swasta, khususnya Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.
Baca juga: Bosda 2023 Tak Cair Separuh, Komisi IV DPRD Gresik Beri Catatan EvaluasiPada titik ini, lanjut Mochammad, keuangan sekolah swasta di daerah pedesaan cukup tergantung dengan Bosda.
Baca juga: Fasilitas IPAL Belum Sesuai Standar, Operasional Dapur MBG di Kabupaten Gresik Dievaluasi
"Kalau tidak cair kasihan, banyak pembiayaan sekolah yang tidak terbayar," ujarnya.
Bila perlu, lanjut Mochammad, pembayaran BOSDA dilakukan di awal tahun, untuk menghindari potensi tidak terbayar. Manfaatnya, di awal tahun anggaran, sekolah sudah punya uang untuk merencanakan kegiatan, sehingga SPP siswa sudah pasti diprediksi.
Baca juga: Pertahankan TOP CSR #Star 5 Selama Lima Tahun, Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Nasional
"Sehingga pungutan iuran sudah bisa dimanage sejak dini," paparnya.
Perlu diketahui, Anggaran Bosda tahun lalu dianggarkan sebesar Rp66.573.949.365, separuhnya yang untuk semester II tidak cair karena pendapatan daerah seret. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar