KLIKJATIM.Com l Trenggalek--Komisi IV DPRD Trenggalek memangil Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPB) dan RSUD Soedomo Trenggalek, Selasa (7/4/2020). Pemanggilan itu dilakukan setelah ada satu warga Trenggalek yang terkonfirmasi positif covid-19 atau virua corona.
"Kami ingin tahu secara jelas terkait rencana kedepannya setelah ada warga Trenggalek yang positif," kata Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Mugianto.
Baca juga: Tutup Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026, Bupati Yes Optimis Muncul Bibit Unggul dari Bumi Lamongan
[irp]
Dikatakan Mugianto, pemerintah perlu waspada setelah ada warga yang positif covid-1. Apalagi ini menjelang arus mudik. Dia meminta dinas terkait cermat dan matang dalam menganggarkan semua kebutuhan dalam pencegahan wabah Covid - 19 di Trenggalek.
"Asalkan rasional tentu saja akan disetujui," ungkapnya.
Baca juga: Sukses di Bisnis Landscape Nasional, M. Novianto Siap Bawa Inovasi Hijau untuk Kemajuan Lamongan
Sementara itu, Direktur RSUD Soedomo, Soenarto mengatakan, semua antisipasi sudah dilakukan baik dari sisi sarana dan prasarana serta SDM yang menangani pasien. Saat ini, RSUD Soedomo juga telah mendapat bantuan dari pusat yang dilewatkan provinsi berupa alat pelindung diri (APD), masker dan alat pendukung lainnya.
"Kami kekurangan masker. Satu hari kebutuhannya bisa mencapai 600 - 700 biji," kata Soenarto.
[irp]
Terkait ruangan di RSUD Soedomo, kata Soenarto, jumlah ruangan yang disiapkan untuk pasien, baik yang orang dalam pantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) sejumlah 12 ruangan.jika kurang, akan ditambah sampai 15 ruangan.
"Secara umum RSUD Soedomo sudah siap dalam berperan aktif menangani pencegahan covid-19 di Trenggalek," pungkasnya. (gus/mkr)
Editor : Redaksi