KLIKJATIM.Com | Jombang - Tahun baru imlek ke 2575 di tahun 2024 ini nampaknya menjadi ladang cuan tersendiri bagi pengerajin dupa di Kabupaten Jombang, pasalnya penjulan moncer dipesan.
Seperti perajin atau pengusahan dupa, Fathurrahman warga Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang penjualannya mengalami kenaikan sekitar 50 persen menjelang tahun baru imlek, tepat pada 10 Februari 2024 mendatang.
Baca juga: Mendesak, Pembentukan BNN Kabupaten Jombang Karena Alasan Ini
Tak hanya itu saja, dupa milik Fathurrahman selain dipesan warga lokal dan warga di luar pulau jawa, juga dipesan hingga mancanegara seperti Afrika dan Kanada secara online.
"Jelang Imlek ini Alhamdulillah ada kenaikan pesanan," kata Fathurrahman saat berada ditempat usahanya, Kamis, 1 Februari 2024.
Diungkapkan oleh Fathur dalam sehari, dupa miliknya dapat didistribusikan hinggga 20 kilogram setiap hari, dimana keadaan tersebut tentu berbeda dari hari-hari tanpa perayaan.
"Ada kenaikan, seperti saat ini sehari bisa terjual 20 kilogram," tambahnya.
Jenis dupa yang Fathur produksi adalah dupa kerucut dan dupa lidi, namun demikian menurutnya permintaan dupa kerucut lebih banyak diminati para pembelinya.
Baca juga: SPMB Jombang Dimulai,Peserta Belum Dapat PIN, Ini Kendalanya
"Bedanya kerucut dan lidi hanya di bentuk, namanya costumer kan beda-beda permintaannya, timer saat pembakaran juga beda," lanjutnya.
Baca juga: KPU Jombang Lakukan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan SuaraSaat ini ia berokus pada pesanan dan suplai toko dupa yang tidak hanya di Kabupaten Jombang saja, selain menggunakan sistem penjualan konvensional ia juga menggenjot penjualan secara online.
"Pemasaran kita di Klenteng dan toko perdupaan itu saya suplai. Utamanya di online shop sehingga penjualan paling jauh lokal di daerah Bali, jika online paling ramai orderan di Afrika dan Kanada," ungkapnya.
Terkait harga dupa yang diproduksi oleh pria dengan dibantu lima karyawannya ini dibabdrol secara beragam sesuai jenisnya, pada rata-rata harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.
Baca juga: Kejari Jombang Musnahkan Barang Bukti 51 Perkara Pidana Umum
"Kalau dupa lidi Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung pada panjang pendeknya," ujarnya.
Mengenai kualitas dupa miliknya, ia menjelaskan jika bahan baku pembuatannya tidak perlu diragukan. Dupa milik Fathur menggunakan serbuk kayu cendana dan gaharu tanpa campuran sehingga menjadi produk terbaik.
"Itu murni tanpa campuran, karena kita menjaga kualitas barang," pungkasnya. (qom)
Editor : Diana