Pegawai Dinyatakan Positif Covid-19, Puskesmas Turi Lamongan Ditutup

klikjatim.com
Puskesmas Turi ditutup Pemkab Lamongan. (Ahmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | Lamongan—Puskesmas Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan ditutup sementara. Penutupan dilakukan setelah seorang pegawai puskesmas di nyatakan positif terinfensi virus corona atau covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penananganan Covid-19 Kabupaten Lamongan dr Taufiq Hidayat mengatakan, penutupan pelayanan kesehatan di Puskesmas Turi dilakukan agar virus tidak menyebar setelah ada pegawai yang dinyatakan positif covid-19.

Baca juga: UMKM Rumahan Jember Sukses Pasarkan Kombucha, Raup Omzet Jutaan dari Tren Minuman Sehat

"Jadi ada satu yang positif, sehingga penutupan puskesmas memang diperlukan biar tidak menularkan kepada yang lain," katanya, Senin (06/04/2020).

[irp]

Menurut Taufiq, seluruh pegawai pukesmas yang pernah kontak langsung dengan penderita diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Para pegawai juga telah menjalani rapid test.

“Para pegawai yang pernah kontak fisik telah dites, hasilnya negative. Tapi kami wajibkan agar isolasi mandiri,” ungkapnya.

Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional

Taufiq mengatakan, dengan penutupan pelayanan kesehatan di Puskesmas Turi, bagi warga yang ingin berobat disarankan datang ke puskesmas terdekat seperti Puskesmas Sukodadi dan Puskesmas Deket.

"Kita alihkan sementara ke puskesmas terdekat untuk pasien rawat jalan," terangnya.

[irp]

Baca juga: Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu

Taufiq memastikan, pukesmas lainnya di Kabupaten Lamongan tetap buka dan melayani kesehatan masyarakat.

“Hanya Puskesmas Turi saja, lainnya tetap buka seperti biasa,” imbuhnya.

Selama masa penutupan pelayanan kesehatan, petugas kesehatan Kabupaten Lamongan akan melakukan sterilisasi atau penyemprotan cairan desinfektan di setiap ruangan puskesmas. Sterilisasi bertujuan agar puskesmas tersebut bisa digunakan. Hal ini sebagai langkah mencegah penyebaran covid-19 agar tidak meluas. (bis/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru