Respon Keluhan Warga, PJ Bupati Adriyanto Tinjau Ke Wilayah Terdampak Kekeringan

klikjatim.com
PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto saat meninjau air di wilayah kekeringan di Bojonegoro (Afif/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Dampak kekeringan akibat terjadinya badai El Nino pada beberapa bulan terakhir ini khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro menjadi perhatian Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto untuk turun langsung blusukan ke wilayah terdampak tepatnya Desa Tulungrejo Kecamatan Sumberrejo.

Peninjauan tersebut dilakukan seusai kunjungan silaturohmi dengan pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren At-Tanwir Talun Kamis, (5/10/2023)

Baca juga: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap

Peninjauan tersebut disambut langsung oleh beberapa tokoh masyarakat Desa Tulungrejo yang turut hadir mendampingi untuk menyampaikan keluh kesah akan kurangnya sarana air bersih yang dialami warga selama musim kemarau tahun ini. "Setiap tahun di musim kemarau warga kami kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi" ungkap Dian Setyo Utomo selaku Sekretaris Desa Tulungrejo.

Baca juga: Pawai Budaya Bojonegoro Meriah, Jadi Ruang Aktualisasi Keanekaragaman Budaya Lokal
Dia mengungkapkan, tiap tahun warga kami susah akan memperoleh sumber air, apalagi di saat musim kemarau panjang seperti tahun ini. "Setiap kemarau panjang warga di sekitar sini kesulitan air untuk konsumsi masak, minum, maupun mandi". Kalau sumber air di sini kedalamannya sumber air permukaan yang kedalamannya 10 hingga 12 meter sudah tidak keluar airnya, sementara untuk sumber air dalam sekitar 40 meter, airnya asin tak layak konsumsi.

Baca juga: Air Bersih Mulai Sulit Didapat, Warga Bondol Dibantu 8.000 Liter dari Polisi

Lalu dia menjelaskan, melihat kondisi warga kami seperti ini alhamdulillah Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bojonegoro sering mendistribusikan bantuan air bersih setiap 2-3 hari sekali di desa kami. Namun menurutnya, bantuan pasokan air bersih dari BPBD pun dirasa masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi air untuk warga.

Volume air setiap pengiriman dari BPBD sebanyak 8000 liter untuk 4 lokasi, sehingga setiap lokasi mendapatkan jatah 2000 liter air tiap kali pengiriman wargapun berebut habis. Sekdes berharap Pemkab Bojonegoro mampu memfasilitasi untuk pembuatan sumur bor untuk warga kami dan dicarikan sumber air yang besar, harapnya.

Baca juga: Kesadaran Pedagang Naik, Rokok Ilegal Mulai Kehilangan Pasar di Bojonegoro

Merespon keluhan warga tersebut, Pj Bupati Adriyanto mangatakan, akan segera melakukan langkah awal dan tindakan terbaik, yaitu dengan melakukan pemetaan dan survey sumber air menggunakan teknologi geolistrik di beberapa titik potensi sumber air yang nantinya dijadikan sumur bor. (qom)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru