Stok APD di RSUD Bangil Cukup Seminggu

klikjatim.com
Anang Saiful Wijaya, Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Meski Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil baru saja mendapatkan pengiriman Alat Pelindung Diri (APD), namun stok yang tersedia masih sangat terbatas. Pasalnya diperkirakan hanya cukup untuk seminggu.

Artinya, kebutuhan stok APD di RSUD Bangil sebagai rumah sakit rujukan penanganan kasus coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona masih kurang. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Anang Saiful Wijaya, Jubir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

[irp]

“Sebanyak 250 set APD sudah didisribusikan ke RSUD Bangil. Tapi, APD ini sekali pakai untuk tenaga medis,” imbuh Anang usai menghadiri hearing bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (3/4/2020).

Dan perlu diketahui untuk kebutuhan idealnya, satu shift membutuhkan 10 APD. Jika diitung antara stok yang diterima dan kebutuhan, maka jumlah 250 set APD di RSUD Bangil hanya cukup untuk 25 shift.

Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih

Pembelian APD ini memang diakui sangat sulit di tengah situasi semua rumah sakit atau tenaga medis juga sama-sama membutuhkan. Padahal, Pemkab Pasuruan sudah mengalokasikan anggaran pengadaan yang diambilkan dari dana cukai Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

[irp]

Baca juga: Tinjau Green Port Terminal Teluk Lamong, Staf Ahli Kemenhub Apresiasi Komitmen Dukung Net Zero Emission 2060

Adapun total anggarannya sebesar Rp 2,4 miliar. Tapi karena sulitnya pembelian, sehingga dalam penyerapannya pun berpotensi tidak bisa maksimal.

Selanjutnya, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan pada Kamis (2/4/2020) hingga pukul 17.00 WIB, tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 13 orang, PDP 24 orang dan positif nol. Lebih rinci lagi dari total 24 PDP disebutkan bahwa 12 orang di antaranya masih menunggu rapid test, dan 12 orang dinyatakan negatif covid-19. (dik/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru