Stok APD di RSUD Bangil Cukup Seminggu

klikjatim.com
Anang Saiful Wijaya, Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Meski Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil baru saja mendapatkan pengiriman Alat Pelindung Diri (APD), namun stok yang tersedia masih sangat terbatas. Pasalnya diperkirakan hanya cukup untuk seminggu.

Artinya, kebutuhan stok APD di RSUD Bangil sebagai rumah sakit rujukan penanganan kasus coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona masih kurang. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Anang Saiful Wijaya, Jubir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas

[irp]

“Sebanyak 250 set APD sudah didisribusikan ke RSUD Bangil. Tapi, APD ini sekali pakai untuk tenaga medis,” imbuh Anang usai menghadiri hearing bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (3/4/2020).

Dan perlu diketahui untuk kebutuhan idealnya, satu shift membutuhkan 10 APD. Jika diitung antara stok yang diterima dan kebutuhan, maka jumlah 250 set APD di RSUD Bangil hanya cukup untuk 25 shift.

Baca juga: CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Perluas Pengalaman Lifestyle Padel bagi Nasabah dan Masyarakat

Pembelian APD ini memang diakui sangat sulit di tengah situasi semua rumah sakit atau tenaga medis juga sama-sama membutuhkan. Padahal, Pemkab Pasuruan sudah mengalokasikan anggaran pengadaan yang diambilkan dari dana cukai Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

[irp]

Baca juga: Nahas, Balita Empat Tahun di Karang Penang Sampang Meninggal di Kubangan Air Waduk Tembakau

Adapun total anggarannya sebesar Rp 2,4 miliar. Tapi karena sulitnya pembelian, sehingga dalam penyerapannya pun berpotensi tidak bisa maksimal.

Selanjutnya, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan pada Kamis (2/4/2020) hingga pukul 17.00 WIB, tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 13 orang, PDP 24 orang dan positif nol. Lebih rinci lagi dari total 24 PDP disebutkan bahwa 12 orang di antaranya masih menunggu rapid test, dan 12 orang dinyatakan negatif covid-19. (dik/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru